Wednesday, January 14, 2026

Sumpah Gubri Wahid: Uji...

Aktivis sipil yang bernama Sanusi menyatakan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam...

Cibubur: Betrand Peto di...

Sinetron terkenal RCTI, Cinta Sepenuh Jiwa, akan mengadakan acara Meet & Greet di...

Silaturahmi PWI Bengkalis dan...

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Ketua Pengadilan...

Manfaat Alpukat untuk Pencernaan:...

Alpukat adalah buah yang terkenal karena kandungan lemak sehat dan tekstur creamy yang...
HomeprabowoMakan Siang Bebas...

Makan Siang Bebas – prabowo2024.net

Oleh Hamdan Hamedan
“Saya hanya bisa memberi makan kamu sekali saja ya per hari—hanya makan malam,” ujar Mrs. Susan kepada saya, saat saya tiba di rumahnya di California 21 tahun silam.
“Tapi saya sudah mendaftarkan kamu untuk mendapat makan siang gratis di sekolah,” tambah Mrs. Susan.
Ditinggal pasangannya, Mrs. Susan harus berjibaku menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Ditambah lagi dengan saya, seorang pelajar dari Indonesia, yang kini menumpang hidup di rumahnya.
Mrs. Susan bekerja sebagai pramuniaga di supermarket. Gajinya yang tak seberapa itu seringkali tak cukup untuk menutupi pengeluarannya.
Pemerintah California pun memberi subsidi kepadanya, termasuk makan siang gratis bagi orang rumahnya, yang mana saat itu saya berada di dalamnya.
Bagi pelajar dari keluarga pra-sejahtera (seperti keluarga Mrs. Susan), makan siang gratis di sekolah seringkali menjadi MAKANAN TERBAIK yang bisa didapat. Ada karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu di sana.
Makanan yang ada di rumah, kalau pun ada, seringkali adalah makanan beku murah atau makanan cepat saji yang rendah nutrisi.
Setiap hari saya berangkat ke sekolah dengan perut kosong.
Ketika bel jam 11:45 berbunyi, saya pun bergegas ke kantin untuk “buka puasa” makan siang gratis bersama dengan kawan-kawan yang umumnya dari keluarga pra-sejahtera.
Saya dan Jose, kawan setim saya di tim sepakbola sekolah, biasa melahap habis makanan yang tersaji.
Pasalnya, tanpa nutrisi yang cukup, kami tak akan mampu “survive” mengikuti latihan dari Coach Coleman yang fokus pada fisik.
Singkat cerita, kalau ada saksi penerima manfaat dari makan siang gratis, saya adalah orangnya.
Saya tak bisa membayangkan bagaimana saya—dan pelajar dari keluarga pra-sejahtera lainnya—bisa belajar dan “berfungsi” tanpa makan siang gratis di sekolah. Apalagi, bila ikut tim olahraga.
Kini di Amerika Serikat sendiri, sudah 8 Negara Bagian yang memberi makan siang gratis kepada siapa pun–bukan hanya untuk pelajar dari keluarga pra-sejahtera.
Saya yakin program ini tak hanya terbukti bermanfaat bagi pelajar di Amerika dan puluhan negara lain yang telah menerapkannya, tapi juga di Indonesia. Semoga.
Sumber: Instagram @Hamdan.Hamedan

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita