Friday, January 23, 2026

Kapolres Bengkalis Peringatkan Tiga...

Kapolres Bengkalis, AKBP Fabrian Saleh Siregar, menegaskan komitmenya untuk menindak tegas anggota Polri...

Cha Eun Woo Pindahkan...

Kabar dugaan penggelapan pajak yang melibatkan aktor Korea, Cha Eun Woo, kini tengah...

Kunjungan Bupati Kasmarni: Pendidikan...

Bupati Bengkalis, Kasmarni, melakukan kunjungan kerja ke Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, untuk...

Pemberitaan Media Inggris Membuat...

Pangeran Harry menghadiri sidang gugatan terhadap ANL pada Rabu, 21 Januari 2026, di...
HomeBeritaUNHCR Memperingatkan Indonesia...

UNHCR Memperingatkan Indonesia Akan Diserbu Jutaan Imigran Rohingya

Rabu, 6 Desember 2023 – 06:00 WIB

Jakarta – Jumlah imigran Rohingya yang melakukan perjalanan perahu berisiko melintasi Laut Andaman untuk melarikan diri telah melebihi tahun kemarin. Mereka melarikan diri karena kelaparan dan keputusasaan yang meningkat di kamp-kamp pengungsi Bangladesh.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal yang membawa 150 orang Rohingya mendarat di Indonesia bagian barat pada Sabtu pagi, Kantor Amnesty International di Indonesia mengatakan kepada VOA News. Hal ini menjadikan jumlah total warga Rohingya yang melarikan diri melintasi Andaman dengan perahu menjadi 3.722 orang sepanjang tahun ini. UNHCR bahkan menerima laporan mengenai dua kapal lagi dengan total penumpang sekitar 400 orang masih terkatung-katung di Andaman.

Menjelang kedatangan pengungsi di Indonesia, kelompok bantuan dan advokasi mengatakan bahwa jumlah pengungsi tahun ini bisa atau kemungkinan besar akan terus meningkat. Bulan Desember jatuh di tengah musim berlayar tahunan, ketika perairan relatif tenang dan sebagian besar warga Rohingya biasanya melakukan upaya tersebut.

“Kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada bulan Desember, tapi jika kita melihat tahun lalu, 2022, tiga bulan terakhir adalah… tersibuk,” kata juru bicara UNHCR Babar Baloch. Hampir 1 juta etnis Rohingya, minoritas Muslim dari Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, kini tinggal di kamp-kamp pengungsi yang luas di Bangladesh timur. Mereka melarikan diri usai PBB sebut bahwa militer Myanmar berniat untuk melakukan genosida. Sebagian besar dari mereka melarikan diri dengan perahu menuju Malaysia atau Indonesia karena negara mayoritas Muslim. Beberapa ratus orang tewas saat mencoba berlayar dengan kapal yang penuh sesak dan sering kali sudah tua dan reyot.

“Saya yakin akan ada lebih banyak orang dalam perjalanan pengungsi (ke Indonesia), tapi (memberikan) angka pastinya… tidak mungkin,” Chris Lewa dari Arakan Project, sebuah kelompok yang memantau dengan cermat kapal-kapal tersebut. Kelompok bantuan dan advokasi, serta para pengungsi, menganggap peningkatan jumlah tersebut karena oleh kondisi yang semakin buruk di kamp-kamp dan memudarnya harapan bahwa warga Rohingya akan kembali dengan selamat ke Myanmar dalam waktu dekat.

Myanmar pada umumnya menolak kewarganegaraan Rohingya dan memicu perang saudara di seluruh negeri akibat kudeta militer pada tahun 2021. Sementara itu, di kamp-kamp yang tertutup di wilayah timur Bangladesh, para pengungsi mengeluhkan meningkatnya kekerasan geng, kurangnya lapangan pekerjaan dan sekolah, serta terbatasnya jatah makanan. Program Pangan Dunia PBB, sumber utama bantuan pangan bagi para pengungsi, memotong nilai voucher bulanan di kamp-kamp pada bulan Juni, untuk kedua kalinya tahun ini, menjadi rata-rata US$8 per orang. Mereka menyalahkan kurangnya dukungan donor.

Halaman Selanjutnya
Sebagian besar dari mereka melarikan diri dengan perahu menuju Malaysia atau Indonesia karena negara mayoritas Muslim. Beberapa ratus orang tewas saat mencoba berlayar dengan kapal yang penuh sesak dan sering kali sudah tua dan reyot.

Semua Berita

Kapolres Bengkalis Peringatkan Tiga Oknum Terlibat Pesta Narkoba-Berita Terbaru

Kapolres Bengkalis, AKBP Fabrian Saleh Siregar, menegaskan komitmenya untuk menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Penegasan ini datang setelah pengungkapan kasus narkoba di Hotel Marina Bengkalis yang melibatkan tujuh tersangka, di mana tiga di antaranya adalah...

Kunjungan Bupati Kasmarni: Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan di Desa Bantan Timur

Bupati Bengkalis, Kasmarni, melakukan kunjungan kerja ke Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, untuk memastikan pembangunan Desa berjalan inklusif, terutama di sektor pendidikan anak usia dini dan pemberdayaan perempuan dari Suku Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kunjungan dimulai di Satuan PAUD...

Kepemimpinan Panglima TNI sebagai Cerminan Tahap Demokrasi

Dalam demokrasi, Panglima TNI adalah pelaksana kebijakan, bukan aktor politik.

Kategori Berita