Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeBeritaKonsultasi Publik untuk...

Konsultasi Publik untuk Rencana Pengembangan Fisik dan Non Fisik RSU Mutia Sari Duri

Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Mutia Sari Duri telah mengadakan Konsultasi Publik dalam rangka studi Amdal rencana pengembangan bersama Pemerintah Kecamatan dan masyarakat sekitar.

Rencana pengembangan RSU Mutia Sari dilakukan di atas lahan seluas 8.881 m2 dengan total luas bangunan mencapai 12.961 m2. Peningkatan aktivitas penunjang juga akan dilakukan dengan penambahan kapasitas layanan rawat inap, layanan rawat jalan, dan fasilitas lainnya.

Tujuan utama pembangunan ini adalah untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat setempat, sehingga dapat memberikan akses yang lebih baik dan layanan kesehatan yang berkualitas.

Pada tanggal 28 Februari 2024, RSU Mutia Sari mengumumkan rencana pengembangan proyek tersebut dan menerima saran, pendapat, atau tanggapan masyarakat selama 10 hari kerja sejak tanggal pengumuman dilaksanakan.

Turut hadir dalam Konsultasi Publik Studi Rencana Pengembangan RSU Mutia Sari Duri adalah Owner H. Asmen, Kepala UPT Lingkungan Hidup Kecamatan Mandau Harzulkifli, dan Camat Mandau Riki Rihardi, Lurah Air Jamban Ryfky Elianingsy, serta tokoh masyarakat dan pemuda.

Owner RSU Mutia Sari, H.Asmen, menyampaikan harapannya agar pengembangan ini mendapat doa dan restu dari masyarakat setempat untuk berjalan dengan lancar. Tujuan pengembangan RSU Mutia Sari adalah untuk menambah ruang inap bagi pasien dan meningkatkan pelayanan dari tenaga medis.

Camat Mandau, Riki Rihardi, mengapresiasi langkah RSU Mutia Sari dalam melaksanakan studi Amdal sebelum melakukan pengembangan, sebagai langkah preventif terhadap masalah lingkungan di masa depan.

RSU Mutia Sari mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Mandau dalam melakukan pengembangan ini, dengan harapan rumah sakit ini dapat semakin dikenal dan memberikan pelayanan yang baik bagi pasien.

Sesi pemaparan studi Amdal rencana pembangunan RSU Mutia Sari Duri disampaikan oleh Tenaga Ahli Lingkungan RSU Mutia Sari, Sri Fitria Retnawaty. Dalam pemaparannya, Sri Fitria Renawaty menjelaskan mengenai pengembangan fisik dan non fisik dalam rencana pembangunan RSU Mutia Sari Duri.

Semua Berita

Pemerintah Siapkan 1.691 Layanan Kesehatan dan 360 RS Rujukan untuk Karhutla

Pemerintah Siapkan Pos Pelayanan Kesehatan untuk Dampak Karhutla Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memantau dan menangani dampak kesehatan yang dialami masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi. Untuk itu, Kemenkes telah menyiapkan berbagai pos pelayanan kesehatan di...

Tips Mengatasi Kebakaran yang Sudah Mulai Padam

Bupati Kuningan Bicara tentang Karhutla di Taman Nasional Gunung Ciremai Pada hari Kamis, 10 September 2026, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa luas kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan mencapai 40...

Strategi Penting Bangun Ketahanan Bencana dari Perencanaan

Wamendagri Dorong Pembangunan Sistem Ketahanan Bencana Sejak Tahap Perencanaan Pada Forum for Sustainable Resilience bertema Integrating Institutions for Sustainable Resilience di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pembangunan sistem...

Kategori Berita