Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomeOtomotifGran Max Berkecepatan...

Gran Max Berkecepatan Lebih dari 100 Km/Jam di Km 58 Terlibat Kecelakaan Tanpa Sempat Ngerem

Selasa, 9 April 2024 – 18:46 WIB

Jakarta, 9 April 2024 – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengungkap dugaan sementara kecelakaan maut melibatkan tiga kendaraan di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek, Senin 8 April 2024. Salah satunya, Daihatsu Gran Max melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga :

Menhub dan Polisi Pastikan Contraflow Tetap Diberlakukan saat Mudik, Ini Alasannya

Aan mengatakan minibus Gran Max diduga melaju degan kecepatan di atas 100 km per jam. Belum lagi, mobil tersebut nampak tak sempat melakukan pengereman.

“Diduga ya itu dari hasil teknologi kita. Diduga dan di sana tidak ada jejak rem, artinya Gran Max itu dengan kecepatan segitu, oleng ke kanan, artinya tidak ada upaya untuk mengerem,” kata Aan dikutip VIVA Otomotif, Selasa 9 April 2024.

Baca Juga :

Satu Jasad Korban Kecelakaan KM 58 Teridentifikasi, Bernama Najwa Ghefira

Selain kecepatan melebihi batas maksimal melintas di jalan tol, kata Aan, kendaraan Gran Max tersebut juga membawa penumpang sangat banyak, atau melebihi kapasitas maksimal (9 orang). Alhasil, seluruh penumpang pun tewas di tempat.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan

Baca Juga :

Horor! Kecelakaan Terjadi Lagi di Tol Cikampek, Kali Ini Mobil Terbalik di KM 57

“Dari korban yang ada melebihi kapasitas kendaraan. Itu juga bisa mempengaruhi keseimbangan kendaraan,” ujarnya.

Menurut dia, kedua penyebab tadi masih dalam dugaan sementara. Tim Korlantas Polri bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan. Penyelidikan menggunakan Traffic Accident Analysys (TAA) yang membutuhkan waktu satu sampai dua hari untuk mengetahui hasilnya.

“Karena TAA itu tidak hanya di TKP, juga kita periksa kendaraan dari kerusakan yang ada kemudian dari beberapa sumber, itu kita ambil semua ya (keterangannya),” bebernya.

“Semua itu sedang kami proses karena kan tidak hanya dari olah TKP, olah kendaraan yang rusak juga kemudian penyidikan para saksi, keterangan ahli,” ujarnya.

Penyidikan ini, kata dia, untuk mengambil keputusan dalam menentukan seseorang menjadi tersangka. Hingga kini pemilik Grand Max masih dalam penelusuran berdasarkan nomor rangka dan SIM, serta pemilik kendaraan dalam posisi sudah diblokir.

“Kami lagi menelusuri blokirnya karena apa, blokir bisa pidana. ETLE, blokir data ini kami telurusi. Ada teman-teman dari reserse akan menyelidiki TKP,” katanya.

Bangkai mobil Gran Max yang kecelakaan di Km 58 Tol Cikampek

Bangkai mobil Gran Max yang kecelakaan di Km 58 Tol Cikampek

Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan, yaitu Daihatsu GrandMax, Daihatsu Terios, dan sebuah bus terjadi di km 58 Tol Jakarta-Cikampek. Polisi membawa 12 kantong jenazah dari lokasi kecelakaan ke RSUD Karawang untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Insiden itu bermula ketika sebuah mobil dari arah Jakarta melalui jalur contraflow di km 58 Tol Cikampek. Mobil itu kemudian oleng dan menabrak bus rute Bandung-Jakarta.

Kemudian, ada mobil lain yang mencoba menghindar, tetapi malah menabrak mobil yang sebelumnya menabrak bus. Kedua mobil yang bertabrakan itu kemudian terbakar, dan seluruh penumpang di Gran Max disebut meninggal dunia.

Halaman Selanjutnya

“Karena TAA itu tidak hanya di TKP, juga kita periksa kendaraan dari kerusakan yang ada kemudian dari beberapa sumber, itu kita ambil semua ya (keterangannya),” bebernya.

Halaman Selanjutnya

Source link

Semua Berita

15 Tahun Astra Siaga Lebaran: Layanan Terpadu di Jalur Mudik – Bestcar Indonesia

Program Astra Siaga Lebaran tahun ini akan melibatkan 600 teknisi mobil dan 1.092 teknisi sepeda motor Honda yang akan disiagakan di berbagai titik strategis jalur mudik nasional dari 17 hingga 28 Maret 2026. Setelah lebih dari 15 tahun mendampingi...

Pengiriman Lebih dari 5.000 Unit Geely EX2 ke Konsumen di Indonesia & Thailand

Geely Auto Indonesia baru-baru ini mengadakan acara handover ceremony untuk 100 konsumen pertama Geely EX2 di Teater Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 28 Februari 2026. Acara ini tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga di Thailand...

Mitsubishi Meningkatkan Market Share hingga 8,5% pada Tahun Sulit 2025

Mitsubishi Indonesia berhasil meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 8,5% di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang tertekan sepanjang tahun 2025. Meskipun penjualan mobil nasional mengalami penurunan, Mitsubishi dapat mempertahankan stabilitas kinerja perusahaan dengan strategi produk dan pendekatan pasar yang tepat. Atsushi...

Kategori Berita