Kementerian Kehutanan dan Yayasan...

Megamendung diarahkan menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan fungsi ekologis.

Megamendung Menjadi Pusat Konservasi...

Megamendung berkembang menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan ekosistem kawasan hulu.

Rumor tentang Yasser Arafat...

Opini Broto Wardoyo membahas bagaimana citra Yasser Arafat dibentuk oleh konflik narasi yang berkepanjangan.

Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.
HomeOtomotifAlasan Mengapa Tidak...

Alasan Mengapa Tidak Ada Pintu Sopir di Bus yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Selasa, 14 Mei 2024 – 17:07 WIB

Jakarta – Banyak masyarakat Indonesia mungkin belum mengetahui bahwa ada regulasi yang melarang bus memiliki pintu di bagian sopir.

Saat ini, bus perkotaan dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sudah tidak lagi memiliki pintu sopir. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan.

Lang Widya Praba Wasista selaku Konsultan Bus dan Pariwisata Laksana mengungkapkan, Menteri Perhubungan telah menetapkan aturan tidak adanya pintu pada bagian sisi kanan sopir bus.

Aturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor.

“Saat ini ada pembaruan aturan di PM 23 Tahun 2021, itu untuk keamanan dan syarat-syarat pintu, akses pintu darurat,” ujarnya saat dihubungi VIVA Otomotif pada Selasa, 14 Mei 2024.

Lang menyampaikan, aturan tersebut menjadi dasar alasan mengapa bus di Indonesia saat ini sudah tidak memiliki pintu sopir.

Kemudian, untuk alasan utamanya adalah agar bila terjadi kecelakaan, pengemudi bus tidak gampang melarikan dan menyelamatkan diri sendiri.

“Di Indonesia tidak boleh pakai pintu di bagian sisi sopir, agar sang pengemudi bus tidak menyelamatkan dirinya sendiri,” jelasnya.

“Habitnya di Indonesia kalau ada kecelakaan, sopir bus sering melarikan diri, tidak bertanggung jawab dan menyelamatkan diri sendiri. Nah, tujuan tidak adanya pintu sopir ini agar driver lebih bertanggung jawab dalam membawa kendaraannya,” tambah Lang.

Lebih lanjut, Lang mengungkapkan memang masih ada beberapa karoseri yang belum mematuhi aturan tersebut. Namun hal itu tak lain karena permintaan dari pelanggan.

“Setiap karoseri pasti sudah mempersiapkan. Tetapi, tidak sedikit juga biasanya ada customer yang memaksa meminta pakai pintu sopir,” ungkapnya.

Source link

Semua Berita

Pintar dan Fleksibel: Solusi Ruang Penyimpanan Terbaik Bestcar Indonesia

Mitsubishi Destinator: Mobil Keluarga dengan Akses Penyimpanan Cerdas Mitsubishi Destinator menawarkan kepraktisan sebagai mobil keluarga dengan fokus pada kemudahan akses ke ruang penyimpanan di dalam kabin. Ini terbukti dengan adanya 11 lokasi penyimpanan cerdas yang tersebar di berbagai bagian mobil,...

Performa Berkelas dan Efisiensi Sempurna: Rahasia Bestcar Indonesia

Mitsubishi Pajero Sport: Pilihan Tepat di Tengah Kenaikan Harga Solar Di tengah melonjaknya harga bahan bakar solar nonsubsidi, pemilihan kendaraan yang tepat menjadi krusial. Salah satu pilihan terbaik adalah Mitsubishi Pajero Sport yang tangguh, mewah, dan efisien. Performa dan Efisiensi yang...

Wuling Gelar Handover Ceremony Exploring Family Journeys – Bestcar Indonesia

Handover Ceremony Wuling Eksion: Memasuki Era Baru SUV Elektrifikasi di Indonesia Setelah berhasil meraih lebih dari 1.000 SPK sejak peluncurannya pada April 2026, para konsumen pertama SUV 7-seater elektrifikasi terbaru Wuling Eksion akhirnya menerima unit pesanan mereka dalam acara Handover...

Kategori Berita