Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomeBeritaKLHK Memberikan Apresiasi...

KLHK Memberikan Apresiasi kepada PHR dalam Upaya Mencegah Konflik Gajah dengan Manusia dan Lestarikan Keanekaragaman Hayati

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama mitra kerjanya, Rimba Satwa Foundation (RSF), menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keanekaragaman hayati dengan berpartisipasi dalam Pekan Keanekaragaman Hayati/World Species Congress 2024. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan apresiasi atas upaya PHR dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

Dengan tema “Be Part of The Plan”, KLHK mengajak semua pihak untuk ikut terlibat dalam perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia dengan mendukung Implementasi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (KMGBF). PHR dan RSF memamerkan program-program konservasi yang telah sukses dilaksanakan di area operasi WK Rokan pada booth pameran di Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jakarta, pada tanggal 15-17 Mei 2024.

Selama pameran, booth PHR-RSF dikunjungi oleh Wakil Menteri (Wamen) KLHK Alue Dohong Phd yang mengapresiasi upaya konservasi lingkungan yang dilakukan PHR-RSF. Wamen KLHK mengungkapkan kagumnya terhadap program mitigasi konflik gajah dan manusia berbasis satelit serta bagaimana PHR menggerakkan masyarakat melalui program agroforestri di Provinsi Riau.

Direktur RSF, Zulhusni Syukri, menyatakan bahwa kerja sama antara RSF dan PHR adalah komitmen bersama untuk menyelamatkan habitat gajah Sumatera. Mereka yakin bahwa dengan kolaborasi, mereka dapat mengatasi konflik antara gajah dan manusia serta memulihkan fungsi hutan melalui program agroforestri.

Partisipasi PHR dalam Pekan Keanekaragaman Hayati 2024 menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Program-program konservasi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

PHR telah memasang 5 unit GPS Collar untuk mencegah konflik antara gajah dan manusia dan menanam lebih dari 32.500 pohon agroforestri di area perlintasan gajah seluas 225 hektar di Provinsi Riau. Upaya pemantauan yang dilakukan PHR dapat mengidentifikasi pergerakan gajah secara real time melalui GPS collar dan kamera pengintai yang dipasang di habitat gajah.

Gajah Sumatera masuk dalam kategori terancam punah menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN) karena penurunan populasi mereka disebabkan oleh hilangnya habitat, degradasi hutan, fragmentasi habitat, dan perburuan.

Semua Berita

Dugaan Keterlibatan 7 Polisi Sorong dalam Mafia BBM Subsidi

Pada Kamis, 23 April 2026, tujuh anggota Polri diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Sorong, telah diperiksa oleh Kepolisian Daerah Papua Barat Daya (Polda PBD). Mereka, dengan inisial W, AS, H, E, S,...

5 Alasan Penting Balik Nama wajib pajak untuk Data Terintegrasi

Rapat Koordinasi Pembina Samsat Tingkat Nasional Tahun Anggaran 2026 telah sukses diselenggarakan di Padma Hotel, Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 22-23 April 2026. Kegiatan ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat sinergi dan mengkoordinasikan kebijakan pelayanan Samsat di seluruh Indonesia....

Tuntutan Jaksa Terhadap Terdakwa Chromebook Ibrahim Arief Dinilai Tak Berdasar

Polemik perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook kembali memanas, dimana tim kuasa hukum terdakwa Ibrahim Arief alias Ibam menilai bahwa tuntutan jaksa tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan bertentangan dengan fakta yang terungkap di persidangan. R. Bayu Perdana, kuasa...

Kategori Berita