Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeOtomotifMengejutkan! Fakta di...

Mengejutkan! Fakta di Balik Kecelakaan Tragis Bus Rombongan SMP Asal Depok di Ciater Subang

Minggu, 12 Mei 2024 – 12:12 WIB

Subang, 12 Mei 2024 – Terungkap fakta tentang bus pariwisata yang mengangkut pelajar SMK Lingga Kencana Depok dan mengalami kecelakaan di Ciater, Subang. Ternyata, bus tersebut sudah tidak layak untuk beroperasi karena status uji layaknya sudah kedaluwarsa.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa status uji layak bus tersebut telah habis sejak akhir 2023. Bus tersebut tidak memiliki izin angkutan.

“Pada aplikasi Mitra Darat, bus tersebut tercatat tidak memiliki izin angkutan dan uji berkala sudah kedaluwarsa sejak 6 Desember 2023,” kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat, Aznal, dalam keterangannya kepada wartawan.

Bus Trans Putra Fajar dengan nomor polisi AD-7524-OG tidak terdaftar, dan KIR (Uji Berkala Kendaraan) sudah mati pada tanggal 6 Desember 2023. Bus tersebut dimiliki oleh PT Jaya Guna Hage dan merupakan armada AKDP yang berasal dari Banyuretno, Wonogiri.

“Kaitannya dengan kewenangan kami sebagai uji KIR. Dari dokumen kami, uji KIR ini berakhir Desember 2023, namun statusnya masih AKDP,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri, Waluyo.

Menurut dia, seharusnya uji KIR dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali, meliputi uji umum seperti kelaikan dan uji administrasi.

Sementara itu, Sadira, sopir bus tersebut, mengemukakan bahwa penyebab kecelakaan tersebut adalah rem blong. Dia tidak bisa mengendalikan bus tersebut dan tidak bisa melakukan pengereman karena kehabisan angin.

Sebelumnya, bus pariwisata yang mengangkut rombongan wisata pelajar SMK Lingga Kencana Depok terguling di jalan turunan di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024.

Ketika bus terguling, penumpang terpental dan tergeletak di jalan. Banyak murid mengalami luka-luka, dan saat berita ini diturunkan, total korban meninggal dunia mencapai 11 jiwa.

Source link

Semua Berita

Pintar dan Fleksibel: Solusi Ruang Penyimpanan Terbaik Bestcar Indonesia

Mitsubishi Destinator: Mobil Keluarga dengan Akses Penyimpanan Cerdas Mitsubishi Destinator menawarkan kepraktisan sebagai mobil keluarga dengan fokus pada kemudahan akses ke ruang penyimpanan di dalam kabin. Ini terbukti dengan adanya 11 lokasi penyimpanan cerdas yang tersebar di berbagai bagian mobil,...

Performa Berkelas dan Efisiensi Sempurna: Rahasia Bestcar Indonesia

Mitsubishi Pajero Sport: Pilihan Tepat di Tengah Kenaikan Harga Solar Di tengah melonjaknya harga bahan bakar solar nonsubsidi, pemilihan kendaraan yang tepat menjadi krusial. Salah satu pilihan terbaik adalah Mitsubishi Pajero Sport yang tangguh, mewah, dan efisien. Performa dan Efisiensi yang...

Wuling Gelar Handover Ceremony Exploring Family Journeys – Bestcar Indonesia

Handover Ceremony Wuling Eksion: Memasuki Era Baru SUV Elektrifikasi di Indonesia Setelah berhasil meraih lebih dari 1.000 SPK sejak peluncurannya pada April 2026, para konsumen pertama SUV 7-seater elektrifikasi terbaru Wuling Eksion akhirnya menerima unit pesanan mereka dalam acara Handover...

Kategori Berita