Thursday, January 15, 2026

Pipa Gas PT TGI...

Telah terjadi kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun...

Pamer Cincin Kawin Rully...

Rully Anggi Akbar dengan tegas membantah rumor yang menyebut bahwa dia dan istrinya,...

Lima Orang Dilaporkan ke...

Dugaan penyerobotan lahan sawit berskala besar mencuat di Kabupaten Kampar, Riau. Lima orang...

Makanan Rawan Mikroplastik yang...

Mikroplastik, sebagian besar dikenal hadir dalam makanan laut, namun penelitian menunjukkan bahwa mereka...
HomeOtomotifCara Ini Meningkatkan...

Cara Ini Meningkatkan TKDN Hyundai Ioniq 5 Hingga 60 Persen

Rabu, 29 Mei 2024 – 10:24 WIB

Jakarta– Seiring dengan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan fasilitas produksi ini bakal meningkatkan Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) mobil listriknya.

Baca Juga :

Mobil Listrik GAC Aion Punya Fitur yang Tak Dimiliki Pesaing di Indonesia

Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer (COO) PT HMID menyampaikan bahwa pihaknya siap meningkatkan nilai TKDN untuk mobil listrik Ioniq 5.

“TKDN Ioniq 5 kan saat ini 40 persen. Kalau pabrik baterai sudah jadi, nanti bisa meningkatkan TKDN nya menjadi 60 persen,” ujarnya dikutip VIVA Otomotif di PIK 2, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :

Toyota, Subaru, dan Mazda Buat Mobil Canggih yang Lebih Ramah Lingkungan

Untuk diketahui, Pemerintah awalnya menetapkan target kandungan lokal pada mobil listrik sebanyak 40 persen. Namun, target ini bakal ditingkatkan menjadi 60 persen pada 2027-2029.

VIVA Otomotif: Baterai untuk mobil listrik buatan Hyundai Energy Indonesia

Baca Juga :

Jeep Compass Generasi Terbaru Mulai Debut Tahun Ini

“Dengan hal tersebut, kita menjadi APM (Agen Pemegang Merek) pertama yang bisa mencapai regulasi yang ditetapkan pemeritah dalam sisi konten lokal, walaupun kebijakan itu dimundurkan menjadi 2027,” jelasnya.

Berkaitan harga setelah adanya perubahan nilai TKDN pada Ioniq 5, Frans mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan studi untuk hal ini.

“Mengenai harga apakah dinaikan atau diturunkan sebenarnya tergantung Supply dan Demand, ya. Kami sejauh ini masih melakukan studi,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, pabrik baterai Hyundai ini akan menjadi salah satu pusat produksi baterai kendaraan listrik Hyundai di Asia Tenggara.

Nantinya, pabrik baterai tersebut diklaim memiliki kapasitas produksi 150 ribu unit mobil listrik per tahun.

Halaman Selanjutnya

“Mengenai harga apakah dinaikan atau diturunkan sebenarnya tergantung Supply dan Demand, ya. Kami sejauh ini masih melakukan studi,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Source link

Semua Berita

VinFast Dorong Generasi Muda Mengejar Passion dengan All Out

Pabrikan mobil listrik VinFast Indonesia menggelar acara bertajuk The Party in Mo7ion: Early New Year 7urn Up di The Langham Jakarta untuk mengapresiasi tujuh figure inspiratif pada 5 Desember 2025. Acara tersebut merupakan upaya VinFast untuk menjadi sumber inspirasi...

Wuling Raih Gelar Product Strategy & Local Growth di Anugerah PRMN 2025

Wuling Motors kembali menunjukkan kontribusinya dalam industri otomotif nasional melalui penghargaan Product Strategy and Local Growth, Model Portfolio & Local Production Expansion dalam Anugerah Pikiran Rakyat Media Network 2025. Acara yang diadakan oleh Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) di...

SUV Jetour T2 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 568 Juta

Jetour T2, yang merupakan SUV berpenggerak empat roda (4WD) dengan label "Rugged Adventure SUV," telah resmi hadir di pasar Indonesia dengan harga Rp 568.000.000. Kendaraan ini dirancang untuk menggabungkan kualitas global, desain yang penuh karakter, dan performa tangguh untuk...

Kategori Berita