Friday, February 13, 2026

Kafe My Love di...

Kafe My Love di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, menjadi perhatian...

Dongkrak Pariwisata Sulteng: Rute...

Pada Rabu, 11 Februari 2026, rute charter penerbangan Palu - Guangzhou resmi dibuka,...

Daftar Pemain Indonesia di...

Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi tantangan berat di Piala Asia U-17 2026 setelah...

Prestasi Teknologi Chery Super...

Chery TIGGO 8 CSH adalah model pertama yang dilengkapi dengan teknologi Chery Super...
HomeOtomotifProdusen Mengungkap Alasan...

Produsen Mengungkap Alasan Penjualan Mobil Tertahan di 1 Juta Unit

Selasa, 2 Juli 2024 – 22:35 WIB

Jawa Barat – Pasar otomotif Indonesia saat ini mulai ramai dengan merek kendaraan baru dari berbagai negara. Tidak heran, sekarang sudah banyak mobil anyar berteknologi canggih yang hadir di Tanah Air.

Meskipun begitu, berdasarkan data dari Gaikindo, penjualan mobil secara nasional masih stagnan di angka satu juta unit per tahun atau one million trap. Hal ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu dekade.

Mengetahui permasalahan ini, pabrikan otomotif asal Prancis, Citroen turut menanggapi hal tersebut.

Tan Kim Piauw selaku CEO Citroen Indonesia mengatakan bahwa penjualan mobil yang stagnan di angka satu juta unit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya Covid-19.

“Saya lihat beberapa tahun kemarin stuck di angka (penjualan mobil) 1,2 juta unit setelah itu ada pandemi Covid-19 kan, nah turun lagi menjadi 1 juta unit. Itu salah satu faktornya,” ujarnya dikutip VIVA Otomotif di Puncak, Jawa Barat.

Kemudian, pesta politik juga turut memberikan dampak untuk industri otomotif Indonesia.

“Lalu, ada pesta politik. Untuk otomotif biasanya ada dampak, pelanggan biasanya menunda. Biasanya, mereka (konsumen) beli berdasarkan prioritas. Nah, itu cukup mempengaruhi,” tutur Tan Kim Piaw.

Faktor lainnya merupakan situasi perekonomian dunia. Menurutnya, setiap negara memiliki keterkaitan satu sama lain. Maka dari itu, bila satu negara di dunia ada permasalahan seperti dolar naik, hal ini bisa berdampak pada kurs mata uang.

“Kita suka atau tidak, jaman sekarang ini memang negara satu sama lain sudah saling terkait. Misal, mobil kalau ada di negara yang bermasalah seperti dolar naik, maka hal tersebut bisa mempengaruhi sisi mata uang kurs,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Lalu situasi dunia juga mempengaruhi vendor, sumbernya sudah multi bukan dari satu kota satu negara tertentu. Jadi, perekonomian dunia saat ini cukup berdampak terutama pada Indonesia terhadap pembelian mobil.”

Lebih lanjut, Tan pun mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan one million trap pada penjualan mobil.

“Berdasarkan keyakinan saya, dengan penduduk dan usia produktif Indonesia yang sangat besar, ini merupakan masalah waktu saja. Jadi kalau pada saatnya ini akan mengalami pertumbuhan terus menerus seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Tan Kim Piauw.

Source link

Semua Berita

Prestasi Teknologi Chery Super Hybrid di IIMS 2026

Chery TIGGO 8 CSH adalah model pertama yang dilengkapi dengan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) dan diproduksi dengan sistem kemudi kanan untuk pasar Indonesia. SUV 7-seater ini memiliki mesin bensin ACTECO H4J15 1.500cc turbocharged yang dikembangkan khusus untuk platform...

Wuling Kolaborasi NMAA Darion ‘Daily Use Dress-Up’ di IIMS 2026

Wuling Motors Menghadirkan Wuling Darion ‘Daily Use Dress-Up’ di IIMS 2026 Pada hari ketujuh pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Wuling Motors (Wuling) menampilkan hasil kolaborasinya bersama National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dalam bentuk 1 (satu) unit...

Mobilitas Urban Terbaik: Bestcar Indonesia

Mitsubishi Motors merayakan perjalanan panjangnya di Indonesia dengan merilis varian edisi terbatas 55th Anniversary Edition untuk Xforce dan Destinator. Diluncurkan dalam acara Indonesia International Motor Show 2026, kedua model tersebut menampilkan desain Quartz White Pearl two-tone color yang modern...

Kategori Berita