Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikKetika Penegak Hukum...

Ketika Penegak Hukum Berperan Sebagai Tukang Pukul Penguasa

Berita tentang rencana pemeriksaan eks Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyebar di kalangan wartawan pada Selasa (13/8). Airlangga bahkan disebut-sebut akan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

Namun, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, membantah kabar tersebut. Harli menegaskan bahwa Kejagung belum memiliki rencana untuk memeriksa Airlangga.

“Aktivis 1998, termasuk akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, mengungkap dugaan adanya intervensi politik dalam kemunduran Airlangga.

Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, para aktivis menduga bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut campur dalam peristiwa mundurnya Airlangga.

Pada Juli 2023, Airlangga juga pernah diperiksa oleh Kejagung terkait kasus perizinan ekspor crude palm oil (CPO) ke beberapa perusahaan.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) dari Universitas Gajah Mada (UGM) Zaenur Rohman menganggap wajar adanya asumsi bahwa kemunduran Airlangga terkait dengan masalah hukum yang sedang dihadapinya. Zaenur juga menyatakan bahwa Kejagung terkesan digunakan sebagai alat politik oleh penguasa.

Pegiat anti korupsi dari Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah Castro, meminta agar Kejagung bekerja berdasarkan bukti dan fakta hukum. Castro juga menyatakan bahwa publik memiliki alasan untuk mencurigai adanya intervensi politik dalam mundurnya Airlangga dan menilai Kejaksaan sebagai tukang pukul atau centeng pemerintah.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita