Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomeBeritaPenataan kawasan kota...

Penataan kawasan kota bersejarah dan budaya semakin meningkat pesonanya

Nusaperdana.com, Tanjungpinang – Dalam upaya untuk mendorong keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (KCB), Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang serta Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang terletak di Jalan Ketapang Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, saat ini sedang melakukan perencanaan pembangunan penataan kawasan pusaka di Kota Tanjungpinang.

Proyek ini dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana, CV Keisya Gigih Perkasa dengan Pagu Anggaran kontrak awal sebesar Rp 3,999,779,920 dari Sumber dana Tahun Anggaran APBN/2024.

Bambang selaku Proyek Manager, dalam wawancara dengan awak media, menjelaskan bahwa dengan pembangunan kawasan kota pusaka ini, diharapkan Kota Tanjungpinang akan semakin indah dan menarik wisatawan mancanegara ke depannya.

“Melalui pelestarian KCB Kota Tanjungpinang, kita dapat melakukan aksi meregenerasi Kota dan wilayah melalui warisan budaya, serta mempromosikan penggunaan kembali bangunan bersejarah secara adaptif, sekaligus menyeimbangkan akses terhadap warisan budaya dengan pariwisata budaya dan warisan alam,” kata Bambang.

“Diharapkan bahwa dengan status warisan dunia, akan menarik minat investor dan menciptakan ruang hukum. Sehingga, warisan budaya yang dimiliki merupakan kekuatan besar bagi kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan warisan dunia,” tambahnya.

Dengan demikian, pelestarian warisan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan kewajiban bersama kita semua untuk mendorong dan mengembangkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Semua Berita

Fredy Feronico Simanjuntak: Profil dan Karier sebagai Kajari Rokan Hulu

Jaksa Agung Republik Indonesia baru-baru ini melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran dalam lingkungan Kejaksaan RI sebagai bagian dari usaha penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja institusi penegak hukum. Dalam keputusan terbaru, lebih dari 100 pejabat mengalami rotasi jabatan mulai dari...

Lapas Pasir Pangaraian Bangun Kemitraan dengan Kopdes Koto Tinggi

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangaraian terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menjalin kemitraan dengan Koperasi Desa (Kopdes) Koto Tinggi, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan ini dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Desa Koto Tinggi...

Cerita Kader Sekar Melati Kawal Tumbuh Kembang Anak di Riau

Di Desa Rimba Beringin, Tapung Hulu, Kampar, seorang kader Posyandu bernama Nurmayani Lubis mengungkapkan rasa kebingungannya ketika melihat ibu-ibu yang khawatir karena anak-anak mereka mengalami masalah kesehatan. Namun, sejak mengikuti Program PHR Peduli Stunting (PENTING) yang diselenggarakan oleh PT...

Kategori Berita