Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikPDI-P Tidak Mengusung...

PDI-P Tidak Mengusung Anies dalam Pilkada DKI: Berbagai Alasan

PDI-Perjuangan memutuskan untuk tidak mengusung Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta dan malah memilih Pramono Anung sebagai kandidat cagub yang diduetkan dengan Rano Karno. Pasangan Pramono-Rano akan bersaing dengan Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dalam Pilgub DKI Jakarta.

Adib Miftahul, Direktur Kajian Politik Nasional (KPN), mengkritisi keputusan PDI-P dalam mengusung Pramono-Rano. Menurutnya, Pramono tidak populer di DKI Jakarta jika dibandingkan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atau Rano Karno. Meskipun beberapa survei menunjukkan elektabilitas Anies yang tinggi, PDI-P memilih Pramono sebagai cagub.

Keputusan PDI-P ini menurut Adib menunjukkan bahwa partai tersebut tidak begitu serius untuk memenangkan Pilgub DKI. Diperkirakan bahwa Pramono dipilih untuk menjembatani hubungan antara PDI-P dan Jokowi atau sebagai awal kerjasama antara PDI-P dan Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Arifki Chaniago, seorang analis politik, berpendapat bahwa pemilihan Pramono sebagai cagub DKI adalah untuk meredakan ketegangan antara PDI-P dan Jokowi serta memuluskan kerjasama dengan pemerintahan Prabowo-Gibran di masa depan. Menurutnya, dengan memberikan kesempatan kepada kader-kader PDI-P, peluang untuk bergabung di kabinet Prabowo-Gibran semakin terbuka.

PDI-P juga khawatir bahwa Anies Baswedan bisa menjadi ancaman di masa depan jika kembali memimpin DKI Jakarta. Anies dapat merawat elektabilitasnya dan menjadi pesaing berat bagi kandidat-kandidat PDI-P di masa mendatang. Meskipun demikian, Anies tetap memiliki simpatisan dan loyalis yang besar di Jakarta, sehingga parpol-parpol dan tim sukses akan berusaha mendekatinya untuk memperbesar peluang kemenangan mereka dalam Pilgub DKI Jakarta.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita