Wednesday, December 10, 2025

Dr Adrian Hidayat Kapus...

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan...

Minuman Herbal Indonesia dalam...

NOD. Smart Capsule Machine, sebagai bagian dari ekosistem JumpStart Indonesia, berhasil membawa cita...

Tim Kuasa Hukum PT...

Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) telah mengambil langkah untuk...

Lee Min Ho &...

Lee Min Ho dan Moon Ga Young sedang dalam pembicaraan untuk membintangi drama...
HomePolitikPotensi masalah kabinet...

Potensi masalah kabinet Prabowo-Gibran yang gemuk

Presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, akan dilantik pada 20 Oktober 2024. Kabinet di pemerintahan mendatang diprediksi akan menjadi “gemuk”. Menurut daftar nomenklatur yang diterima Antara, ada 46 kementerian dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, lebih banyak jika dibandingkan dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang hanya memiliki 34 kementerian.

Dalam sebuah acara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (9/10), Prabowo memberikan alasan terkait pembentukan kabinet yang gemuk. “Ya negara kita besar, bung,” ujar Prabowo.

Menurut pakar hukum tata negara dari Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, kabinet yang gemuk akan menguras banyak anggaran negara dan tidak efektif. Selain itu, penambahan jumlah kementerian akan memerlukan waktu adaptasi yang cukup panjang karena harus menyesuaikan ASN terlebih dahulu, dan merancang program kerja.

Herdiansyah juga menilai bahwa kabinet yang gemuk akan lebih didominasi oleh politikus daripada profesional. Hal ini akan menunjukkan dominasi aspek politik dibandingkan dengan aspek teknis.

Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bakir Ihsan, menilai bahwa kabinet yang gemuk berpotensi menambah risiko bertambahnya ego sektoral. Birokrasi di Indonesia memiliki kecenderungan untuk sulit menghindari ego sektoral.

Pakar hukum tata negara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, mengatakan bahwa peningkatan jumlah kementerian pada kabinet Prabowo-Gibran sebenarnya lebih menunjukkan peningkatan dirjen menjadi kementerian. Oleh karena itu, secara bidang tidak jauh berbeda dengan komposisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang memiliki 34 kementerian.

Agus meyakini bahwa jumlah kementerian tidak akan bertambah signifikan pada kabinet Prabowo-Gibran, namun kemungkinan akan ada penambahan badan-badan baru. Badan-badan tersebut kemungkinan akan dipimpin oleh tokoh teknokrat dari kalangan profesional.

Meskipun terlihat gemuk, kabinet Prabowo-Gibran diperkirakan tidak memerlukan adaptasi yang terlalu lama untuk mulai bekerja. Proses transisi dari pemerintahan sebelumnya diprediksi akan berjalan lancar.

Agus memperkirakan bahwa kurang dari setahun pemerintahan Prabowo-Gibran sudah dapat menjalankan roda pemerintahan dan birokrasi secara perlahan. Ini akan lebih cepat dibandingkan dengan saat Jokowi pertama kali menjadi presiden pada tahun 2014.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita