Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomeprabowoWaktu Media Asing...

Waktu Media Asing Soroti Persahabatan Antara Prabowo Subianto dan Jokowi

Jakarta — The American magazine Time has shed light on the evolving friendship between President-elect Prabowo Subianto and Indonesian President Joko Widodo (Jokowi), tracing their journey from fierce political rivals to eventual allies, with Prabowo now set to be Jokowi’s successor.

In an article titled “How President Prabowo Subianto Is Steering Indonesia’s Future”, published on Tuesday (October 15), Time recounted how the two leaders found common ground after the 2019 presidential election. Following the election, Jokowi extended an invitation to Prabowo to join his cabinet. Initially reluctant, Prabowo eventually accepted the offer to serve as Indonesia’s Minister of Defense, a position he considered difficult to refuse due to his military background and love for the defense sector.

“Jokowi is a very good man, and I also want to be like him,” Prabowo said to Time with a smile.

As part of Jokowi’s government, Time highlighted that Prabowo proved himself to be a diligent and steadfast minister. Over time, he emerged as a strong candidate to succeed Jokowi, while maintaining his own bold vision for the future.

Prabowo’s policies are centered around direct action to improve people’s lives. His plans include providing free meals for students in schools, combating deeply rooted corruption by raising civil servant salaries, and employing advanced technology like AI. Additionally, Prabowo aims to transform Indonesia, the world’s fourth most populous country, into a major food exporter within five years by implementing new agricultural techniques.

Prabowo also set an ambitious goal to eliminate poverty in Indonesia within two years. “The Almighty God and the Indonesian people have given me a mandate,” he told Time.

“I always say we need strength, but that strength must be used for good,” Prabowo concluded.

Through this article, Time underscores the evolution of the relationship between Prabowo and Jokowi, demonstrating how their past rivalry has transformed into a cooperative partnership that is shaping the future of Indonesia. (RR)
Source : Time.com

Source link

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita