Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikPeta efek Jokowi...

Peta efek Jokowi di Pilkada Serentak 2024

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) akhirnya turun gunung di Pilgub DKI Jakarta 2024. Mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono (Rido), Jokowi hadir dalam ajang dialog antara Rido dengan perwakilan partai pengusung, tokoh, nasional, dan kelompok relawan yang digelar di kawasan Kemayoran, Jakarta, Senin (18/11) lalu. 

Pada kesempatan itu, Jokowi menyatakan alasannya mendukung RK-Suswono. Menurut dia, RK merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin Jakarta. Ia pun berharap pasangan Rido bisa menang satu putaran sebagaimana Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. 

“Beliau (RK) merupakan sosok yang tepat memimpin Jakarta dengan semua tantangan permasalahan yang ada karena telah berpengalaman membangun Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat,” kata Jokowi 
 
Selain Rido, Jokowi juga sudah terang-terangan meng-endorse pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Pilgub Jawa Tengah 2024. Beberapa kali, Jokowi tertangkap kamera bertemu dengan Luthfi-Taj. Seperti di DKI, Jokowi juga turun langsung untuk mengampanyekan Luthfi-Taj. 

Restu dan dukungan terbuka dari Jokowi juga diperebutkan para calon kepala daerah yang bertarung di level pilbup dan pilwalkot. Beberapa pekan lalu, kediaman Jokowi rutin disambangi para calon kepala daerah yang tengah bertarung di pilkada serentak, termasuk yang berkompetisi di luar Jawa. 

Direktur Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul berpendapat efek elektoral dari dukungan Jokowi hanya terasa di sejumlah daerah strategis, semisal Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di daerah-daerah lain, semisal Banten dan Jawa Barat, menurut Adib, efek Jokowi tak begitu kuat. 

“Pembuktian itu nanti terlihat misalnya di Jawa Tengah, dengan kemenangan Ahmad Luthfi. Jika tidak, maka dampak Jokowi akan dipertanyakan.  Suka atau tidak, dampak Jokowi memang sangat besar di Jawa Tengah,” kata Adib kepada Alinea.id, Senin (18/11). 

Jawa Tengah, kata Adib, akan jadi medan pertarungan pengaruh Jokowi versus PDI-Perjuangan yang resmi mengusung pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Jokowi yang dikenal dekat dengan Luthfi punya kepentingan untuk memastikan pasangan jagoannya menang sekaligus menggerus dominasi PDI-P di kandangnya sendiri.

“Ini sekaligus bagaimana memang merah yakni PDI Perjuangan bisa dikalahkan. Lebih kuat mana, PDI-Perjuangan atau Jokowi? Jokowi tanpa PDI-Perjuangan itu apa? Kira-kira begitu,” ujar Adib. 

Meski tak signifikan, menurut Adib, endorsement Jokowi di DKI bakal punya pengaruh. Apalagi, pengaruh Anies Baswedan mulai berkurang. Adib menyebut ada sebagian pendukung Anies yang “membelot” setelah Anies terlihat kian mesra dengan pasangan Pramono Anung-Rano Karno. 

“Karena bagaimana ceritanya Anak Abah (julukan pendukung Anies) dengan Ahokers (pendukung eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) menjadi satu. Ini sebuah anomali,” ucapnya.

Ahok kini berbaju PDI-P dan merupakan salah satu juru kampanye Pramono-Rano di Pilgub DKI 2024. Pada Pilgub DKI 2017, Ahok adalah seteru politik Anies. Ahok dan Anies dinilai tak pernah akrab selepas pilgub tersebut. 

Survei Litbang Kompas yang dirilis Juli lalu menunjukkan efek Jokowi masih kuat di Pilgub DKI Jakarta. Sebanyak 61% responden menyatakan masih akan mempertimbangkan arahan Jokowi. Namun, pengaruh Jokowi masih kalah jika dibandingkan Prabowo (66,5%), Anies (63,5%), dan Ahok (63,5%). 

Hasil berbeda ditemukan survei Charta Politika Indonesia yang dirilis September lalu. Dalam sigi Charta, hanya sebanyak 16,8% warga DKI yang berniat mmilih paslon yang didukung Jokowi. Sebanyak 64,4% menyatakan tidak akan memilih paslon yang didukung Jokowi. 

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Ali Sahab menilai dampak Jokowi tidak lagi signifikan dalam pilkada di berbagai daerah. Itu terutama lantaran Jokowi tak lagi menduduki jabatan sebagai orang nomor 1 di republik ini. 

 

Menurut Ali, Jokowi akan memprioritaskan tiga daerah dalam pilkada serentak kali ini, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. Di ketiga daerah tersebut, ada jagoan yang terafiliasi kuat dengan Jokowi.

Menurutnya, turunnya Jokowi dalam pilkada dianggap tidak ada masalah yang berarti karena selain pengaruh yang kian memudar karena sudah tidak menjabat, Jokowi juga dianggap tidak menyalahi aturan manapun. 

“Saya kira Jokowi akan berupaya menguatkan suara di Jawa khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra Utara? Saya kira sah-sah saja (Jokowi turun gunung). Nanti akan kita lihat seberapa pengaruhnya,” ucapnya kepada Alinea.id, Senin (18/11).

Adapun dampak sokongan dari Anies, menurut Adib, hanya akan terasa di Jakarta. Untuk daerah lain, Anies tidak memiliki efek ekor jas yang signifkan bisa mempengaruhi peta politik. “Basis utamanya yaitu Jakarta,” ujarnya.

Di luar pilkada, Ali berpendapat Jokowi sebaiknya fokus menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa. Menurutnya, Jokowi kerap ikut campur dalam menyusun kebijakan untuk pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Saya kira bukan masalah baik buruknya, tetapi lebih pada bagaimana seorang presiden jika sudah selesai masa jabatannya hendaknya sudah tidak ikut mempengaruhi kebijakan presiden selanjutnya,” kata Ali. 

 

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita