Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeOtomotifManajemen Limbah Baterai...

Manajemen Limbah Baterai dalam Industri Kendaraan Listrik

Industri kendaraan listrik di Indonesia tengah mengalami perkembangan pesat, terutama karena dukungan kebijakan pemerintah untuk beralih ke energi bersih. Namun, dengan pertumbuhan kendaraan listrik, pengelolaan baterai bekas menjadi tantangan yang signifikan. Baterai bekas yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, proses daur ulang baterai bekas menjadi solusi yang sangat penting untuk mengurangi dampak negatif tersebut dan untuk mengembalikan bahan berharga seperti lithium, nikel, dan kobalt.

Untuk menjawab tantangan ini, PT Arsa Kayana Recycle telah berkolaborasi dengan PT Swap Energi Indonesia (Swap) dalam upaya mengelola dan mendaur ulang baterai bekas kendaraan listrik. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan ini bertujuan untuk mengatasi peningkatan limbah baterai seiring dengan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dalam komunikasi yang diterima, PT Arsa Kayana Recycle (AKR) mengumumkan bahwa mereka menjadi perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memimpin dalam daur ulang baterai bekas, dengan kapasitas produksi awal sebesar 3.000 ton per tahun untuk baterai LFP dan NCM.

Produksi dari kemitraan ini diharapkan akan dimulai pada akhir tahun 2025, dengan fokus pada mendukung industri hijau dan program hilirisasi sesuai arahan pemerintah. Para direktur dari PT Arsa Kayana Recycle dan PT Swap Energi Indonesia menyambut baik kerjasama ini, yang diharapkan dapat membantu menangani limbah baterai kendaraan listrik dengan lebih efisien dan bertanggung jawab. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi perusahaan-perusahaan lokal lainnya dalam mendukung lingkungan melalui praktik daur ulang yang berkelanjutan. Melalui upaya kerjasama ini, diharapkan pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia dapat semakin berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Semua Berita

Chery Raih 3.500 SPK di GIIAS 2026 – Chery Q Berjaya!

BestCar Indonesia – Chery Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil membukukan 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Angka ini meningkat sekitar 62.56% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana pada GIIAS 2025...

Penjualan Geely Group Melonjak di GIIAS 2026: Geely EX2 Paling Dicari

Partisipasi Geely Group dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 berhasil menarik perhatian dengan peningkatan signifikan dalam jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Total 3.033 SPK tercatat selama acara tersebut, menunjukkan minat yang semakin besar dari pasar terhadap produk...

Wuling Aira ev Membukukan Rekor Penjualan di Indonesia

Wuling Aira ev: Citycar Listrik Terbaru yang Disambut Hangat Konsumen Indonesia Wuling Aira ev, citycar listrik terbaru dari Wuling, telah mencatat lebih dari 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) hanya dalam dua pekan setelah peluncuran nasional. Ini menunjukkan antusiasme tinggi konsumen...

Kategori Berita