Monday, December 15, 2025

Investigasi 31 Perusahaan Terkait...

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap bahwa ada 31 perusahaan yang...

Dian Sastrowardoyo Mengungkap Penggunaan...

Dian Sastrowardoyo, yang terlibat dalam film Esok Tanpa Ibu sebagai aktris dan produser,...

KPK Panggil Zarof Ricar:...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terpidana kasus pemufakatan jahat dalam penanganan perkara terpidana...

Tips Mengatur Waktu Bermain...

Anak-anak yang bermain gadget perlu dibatasi, untuk itu Indonesia berencana membatasi penggunaan media...
HomePolitik"Prestasi Prabowo-Gibran Setelah...

“Prestasi Prabowo-Gibran Setelah Seratus Hari”

Dalam seratus hari pemerintahan Prabowo-Gibran, kinerja mereka dinilai mendapat rapor merah oleh survei Center of Economic and Law Studies (Celios). Dalam survei tersebut, Prabowo-Gibran hanya mendapatkan angka 5 dari rentang 0-10. Beberapa menteri, termasuk Natalius Pigai, Budi Arie Setiadi, Bahlil Lahadalia, Raja Juli Antoni, dan Yandri Susanto, dianggap berkinerja terburuk. Panelis juga menilai kinerja Gibran sebagai Wapres dan hanya mendapat angka 3 dari 10. Sebagian besar responden merasa program kerja pemerintah rendah dan kualitas komunikasinya kurang memuaskan.

Berbeda dengan survei opini publik pada umumnya, survei Celios melibatkan praktisi dan pakar sebagai responden. Menurut Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, kinerja tim ekonomi Prabowo-Gibran juga dinilai buruk. Situasi yang tidak memuaskan tersebut menyebabkan pemerintah mempertimbangkan perombakan total di tim ekonomi.

Dalam sigi mereka, Celios menyoroti beberapa hal terkait kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk isu pengampunan koruptor, aparat kepolisian yang agresif, multifungsi TNI, stagnasi kualitas HAM dan kebebasan sipil, serta ketidakefektifan regulasi dan birokrasi. Respon dari pakar dan jurnalis menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh pemerintahan Prabowo.

Selain survei Celios, survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerja Prabowo-Gibran, namun analis politik dan pakar kebijakan publik universitas setuju bahwa evaluasi kinerja pemerintah sebaiknya tidak hanya berdasarkan survei persepsi. Parameter-parameter seperti indikator ekonomi, sosial, dan politik juga harus diperhitungkan.

Walaupun ada desakan untuk melakukan reshuffle di kabinet Prabowo-Gibran, ahli berpendapat bahwa yang lebih penting adalah memastikan setiap kementerian bekerja secara optimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Evaluasi yang kuat, peningkatan kapasitas para menteri, dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adalah hal-hal yang harus diprioritaskan. Expert judgement dari pakar dianggap sebagai alternatif yang lebih objektif dalam mengukur kinerja pemerintahan, terutama ketika citra lembaga survei menjadi buruk akibat bias dan pesanan.

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita