Wednesday, December 10, 2025

Dr Adrian Hidayat Kapus...

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan...

Minuman Herbal Indonesia dalam...

NOD. Smart Capsule Machine, sebagai bagian dari ekosistem JumpStart Indonesia, berhasil membawa cita...

Tim Kuasa Hukum PT...

Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) telah mengambil langkah untuk...

Lee Min Ho &...

Lee Min Ho dan Moon Ga Young sedang dalam pembicaraan untuk membintangi drama...
HomeOtomotifBiaya Perbaikan Kecelakaan...

Biaya Perbaikan Kecelakaan Kendaraan Listrik Melonjak: Berapa Harganya?

Berkembangnya jumlah kendaraan listrik di Amerika Serikat juga turut meningkatkan klaim kecelakaan yang melibatkan kendaraan-kendaraan ini. Menurut data dari penyedia perangkat lunak manajemen kecelakaan Mitchell, klaim untuk kendaraan listrik baterai di AS naik 38% pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan popularitas mobil listrik yang terus meningkat. Namun, data tersebut juga menyoroti fakta bahwa biaya perbaikan untuk kendaraan listrik jauh lebih mahal daripada kendaraan konvensional.

Studi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2024, kendaraan listrik menyumbang 2,71% dari total klaim kecelakaan di AS, dengan angka yang lebih tinggi di Kanada, yaitu 3,84%. Data ini menjadi indikasi dari pertumbuhan pesat adopsi kendaraan listrik di Amerika Utara. Saat ini, terdapat lebih dari 100 model EV yang dijual di AS dan 75 model di Kanada, dengan puluhan model baru yang akan segera diluncurkan.

Tidak hanya itu, terdapat peningkatan dalam frekuensi total loss kendaraan listrik dari 8% pada tahun 2023 menjadi 10,2% pada tahun 2024. Tesla mendominasi daftar kendaraan listrik dengan klaim kecelakaan tertinggi, terutama dengan Model Y dan Model 3 yang menempati posisi teratas. Terlepas dari dominasi Tesla, biaya perbaikan mobil listrik masih jauh lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional, meskipun biaya perbaikan model bensin generasi terbaru mulai mendekati biaya perbaikan EV.

Selain itu, nilai kendaraan listrik juga mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan jenis kendaraan lain. Faktor-faktor seperti biaya produksi yang semakin rendah dan kekhawatiran konsumen terhadap kondisi baterai turut menyebabkan nilai pasar EV yang mengalami total loss turun drastis pada tahun 2024.

Tren ini menjadi tantangan bagi pasar kendaraan listrik, terutama terkait biaya perbaikan yang tinggi serta depresiasi nilai yang lebih cepat daripada mobil berbahan bakar bensin. Dengan adopsi kendaraan listrik yang terus meningkat, penting untuk memperhatikan aspek-aspek ini dalam perencanaan dan pengelolaan kendaraan listrik di masa depan.

Source link

Semua Berita

VinFast Dorong Generasi Muda Mengejar Passion dengan All Out

Pabrikan mobil listrik VinFast Indonesia menggelar acara bertajuk The Party in Mo7ion: Early New Year 7urn Up di The Langham Jakarta untuk mengapresiasi tujuh figure inspiratif pada 5 Desember 2025. Acara tersebut merupakan upaya VinFast untuk menjadi sumber inspirasi...

Wuling Raih Gelar Product Strategy & Local Growth di Anugerah PRMN 2025

Wuling Motors kembali menunjukkan kontribusinya dalam industri otomotif nasional melalui penghargaan Product Strategy and Local Growth, Model Portfolio & Local Production Expansion dalam Anugerah Pikiran Rakyat Media Network 2025. Acara yang diadakan oleh Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) di...

SUV Jetour T2 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 568 Juta

Jetour T2, yang merupakan SUV berpenggerak empat roda (4WD) dengan label "Rugged Adventure SUV," telah resmi hadir di pasar Indonesia dengan harga Rp 568.000.000. Kendaraan ini dirancang untuk menggabungkan kualitas global, desain yang penuh karakter, dan performa tangguh untuk...

Kategori Berita