Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeprabowoExploring Danantara: A...

Exploring Danantara: A Solution to the Indonesian Paradox

Pemerintah Indonesia membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada tanggal 24 Februari 2025. Langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan dan mengakhiri paradoks yang masih terjadi di Indonesia. Sebagai kepulauan terbesar di dunia dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia seharusnya mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Dengan pendirian Danantara, negara akan lebih fokus pada pengelolaan sumber daya alam dan industri strategis. Pasal 33 UUD 1945 menjadi amanat dalam pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden, menjelaskan bahwa sebagian besar sumber daya alam Indonesia diekspor mentah, sehingga nilai tambah dan manfaatnya tidak maksimal dinikmati oleh rakyat sendiri. Danantara akan mendanai industri strategisnya sendiri, seperti hilirisasi nikel dan kobalt, pengembangan kecerdasan buatan, dan penciptaan kilang minyak. Diharapkan hal ini dapat mendukung Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen dan mencapai Indonesia Emas 2045.

Dengan mengelola aset sebesar Rp 14.000 triliun, Danantara menjadi lebih dari sekadar lembaga pengelola investasi. Melalui hilirisasi dan percepatan pembangunan, Indonesia berharap dapat menjadi negara maju dengan kesejahteraan yang merata. Langkah ini juga dijadikan sebagai hadiah untuk peringatan ulang tahun Indonesia yang ke-80. Inisiatif ini diharapkan dapat mengubah paradoks yang masih ada di Indonesia dan membawa negara ini ke arah kemajuan yang lebih baik.

Source link

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita