Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomePolitikPolemik Mutasi Putra...

Polemik Mutasi Putra Try Sutrisno: Reaksi Jokowi yang Mengejutkan

Putra dari Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno yaitu Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo, baru-baru ini mengalami mutasi oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. Kunto sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I selama empat bulan sebelum kemudian dipindahkan ke posisi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Keputusan rotasi dan mutasi di TNI diatur dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554/IV/2025 yang dikeluarkan pada tanggal 29 April 2025. Pengganti dari Kunto adalah Laksamana Muda Hersan, yang sebelumnya pernah menjadi ajudan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Menanggapi spekulasi yang berkembang terkait motif politik di balik mutasi Kunto dan ratusan perwira TNI lainnya, Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari sistem pembinaan karier di lingkungan TNI. Kristomei memberikan penekanan bahwa mutasi ini merupakan respons terhadap kebutuhan organisasi untuk menjawab tugas yang berkembang seiring waktu.

Meskipun ada dugaan bahwa mutasi Kunto terkait dengan aktivitas politis dari Try Sutrisno yang mendukung wacana pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka, sebagian pihak beranggapan bahwa hal ini merupakan serangan balik dari kubu Gibran atau Jokowi. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa mutasi tersebut masih tergolong sebagai hal yang normal. Menurut Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan dari Universitas Padjadjaran, Muradi, mutasi Kunto mungkin hanya sebagai langkah sementara dan masih dalam koridor kebijakan rotasi jabatan di TNI. Meskipun demikian, tidak bisa diabaikan kemungkinan hubungan antara mutasi Kunto dengan dinamika politik yang terjadi.

Dalam konteks politik yang tengah berkembang, mutasi Kunto Arief Wibowo tetap menjadi perhatian publik karena implikasinya yang tidak hanya berkaitan dengan karier militer, namun juga dapat tersentuh oleh dinamika politik nasional yang sedang berlangsung.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita