Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeOtomotifHyundai Dukung Pengembangan...

Hyundai Dukung Pengembangan Baterai Mobil Listrik dengan LG

LG Energy Solution telah memutuskan untuk membatalkan investasinya sebesar 11 triliun won di Indonesia untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik. Keputusan ini diambil karena adanya kekhawatiran terkait kebijakan yang membuat mobil listrik dari China, yang diimpor, dapat dijual dengan harga yang lebih murah. Meskipun demikian, pembatalan investasi ini tidak berdampak pada kerjasama dengan Hyundai.

Konsorsium LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp, dan beberapa mitra lainnya menarik rencana investasi mereka dari Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan kondisi pasar dan lingkungan investasi. Namun, Menteri Investasi dan Hilirisasi mengklaim bahwa bukan LG Energy Solution yang membatalkan investasinya, melainkan pemerintah yang mencabutnya karena ketidakpastian.

Meskipun investasi besar ini dibatalkan, kolaborasi antara LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group tetap berlanjut. Pabrik baterai mereka di Karawang, Jawa Barat tetap beroperasi dengan normal, memproduksi cell baterai lithium-ion sebelum dikirim ke PT Hyundai Energy Indonesia untuk dirakit menjadi baterai utuh. Tidak hanya itu, pabrik ini juga memasok baterai untuk Kona Electric melalui PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

PT HLI Green Power, perusahaan patungan antara Hyundai dan LG, mengonfirmasi bahwa meskipun LG tidak melakukan investasi di Indonesia, produksi cell baterai mereka tidak terganggu. Mereka masih memproduksi 120 ribu cell baterai setiap hari sesuai dengan permintaan pasar, baik ekspor maupun domestik. Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa kepemilikan saham antara Hyundai dan LG tetap seimbang, yaitu 50-50.

Komposisi ekspor cell baterai Hyundai dan KIA sepanjang tahun 2024 mencapai 98 persen, dengan hanya dua persen untuk pasar dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa baterai produksi mereka memiliki pasar ekspor yang kuat, terutama untuk mobil listrik seperti Kona Electric. Meskipun investasi LG Energy Solution dibatalkan, produksi baterai Hyundai di Indonesia tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

Source link

Semua Berita

Chery Raih 3.500 SPK di GIIAS 2026 – Chery Q Berjaya!

BestCar Indonesia – Chery Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil membukukan 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Angka ini meningkat sekitar 62.56% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana pada GIIAS 2025...

Penjualan Geely Group Melonjak di GIIAS 2026: Geely EX2 Paling Dicari

Partisipasi Geely Group dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 berhasil menarik perhatian dengan peningkatan signifikan dalam jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Total 3.033 SPK tercatat selama acara tersebut, menunjukkan minat yang semakin besar dari pasar terhadap produk...

Wuling Aira ev Membukukan Rekor Penjualan di Indonesia

Wuling Aira ev: Citycar Listrik Terbaru yang Disambut Hangat Konsumen Indonesia Wuling Aira ev, citycar listrik terbaru dari Wuling, telah mencatat lebih dari 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) hanya dalam dua pekan setelah peluncuran nasional. Ini menunjukkan antusiasme tinggi konsumen...

Kategori Berita