Tuesday, March 10, 2026

Warga Sungai Jalau dan...

Puluhan masyarakat dan pemuda Desa Sungai Jalau mengadakan aksi unjuk rasa di kantor...

Adegan Vidi Aldiano di...

Vidi Aldiano Memukau Penonton dalam Film Tunggu Aku Sukses Nanti Penampilan Vidi Aldiano dalam...

Bupati Afni Zulkifli Bahas...

Bupati Siak Afni Zulkifli menghadiri kegiatan buka puasa bersama mahasiswa asal Kabupaten Siak...

Tips Nyaman Liburan Lebaran...

Menjelang Libur Lebaran, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan perjalanan yang nyaman...
HomeBeritaDPR Dorong Peningkatan...

DPR Dorong Peningkatan Sistem Peringatan Dini Longsor

Musibah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Tanah Air pada bulan Juli 2025, memicu keprihatinan dari DPR terutama Komisi V yang membidangi masalah infrastruktur hingga mitigasi bencana. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menekankan pentingnya proaktif dalam melakukan mitigasi terhadap bencana alam untuk menangani kondisi tersebut secara optimal. Beliau juga menyoroti pentingnya kerja sama antara kementerian/lembaga terkait dalam mengambil langkah konkret terhadap penyebab banjir, seperti sungai-sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi. BMKG juga diminta untuk turut aktif dalam upaya mitigasi.

Pemda juga diinstruksikan untuk selalu siaga bencana, terutama di wilayah rentan bencana alam. Prioritas utama adalah bantuan evakuasi kepada warga terdampak dan peringatan dini yang efektif guna mengurangi korban jiwa. Selain itu, perbaikan terhadap fasilitas umum yang terdampak seperti jembatan dan akses jalan juga harus segera dilakukan. Kerja sama antara berbagai instansi menjadi kunci dalam menghadapi banyaknya bencana yang terjadi di sejumlah daerah.

Kondisi warga terdampak banjir di berbagai daerah juga menjadi perhatian serius, dengan kebutuhan kesehatan dan bantuan logistik menjadi fokus utama dalam upaya penanganan bencana. Bencana longsor juga turut melanda beberapa wilayah di Tanah Air, termasuk menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum. Banjir juga terjadi di beberapa daerah, seperti di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan NTB, serta di wilayah Jabodetabek.

Imbas dari bencana tersebut mengingatkan pentingnya koordinasi, peringatan dini, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam demi mengurangi kerugian yang ditimbulkan. Terlebih, dengan adanya bencana lain seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), memperkuat sistem penanggulangan bencana menjadi hal yang sangat mendesak. Semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam mitigasi bencana demi melindungi nyawa dan harta benda masyarakat.

Source link

Semua Berita

Warga Sungai Jalau dan Pemuda Demo DLHK Riau, Ajukan Evaluasi Aktivitas Galian C PT KKU

Puluhan masyarakat dan pemuda Desa Sungai Jalau mengadakan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau pada Selasa (10/3/2026). Mereka mengecam aktivitas galian C milik PT KKU yang dianggap meresahkan warga setempat. Aksi tersebut...

Bupati Afni Zulkifli Bahas Persoalan Beasiswa di Pekanbaru

Bupati Siak Afni Zulkifli menghadiri kegiatan buka puasa bersama mahasiswa asal Kabupaten Siak yang sedang menempuh pendidikan di Pekanbaru. Dalam acara yang diadakan di Mess Mahasiswa Siak Pekanbaru, Bupati Afni berdialog dengan mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi dan pandangan mereka...

Ibu-Ibu Seroja: Cerita Sukses Sentra Jamur Tiram

Di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Dewi Murni (42) bertindak tidak hanya sebagai ibu rumah tangga yang sibuk, tetapi juga sebagai kader posyandu yang peduli dengan ekonomi keluarganya. Bersama dengan banyak perempuan di desa tersebut, Dewi merasakan...

Kategori Berita