Thursday, January 22, 2026

Pemberitaan Media Inggris Membuat...

Pangeran Harry menghadiri sidang gugatan terhadap ANL pada Rabu, 21 Januari 2026, di...

Kepemimpinan Panglima TNI sebagai...

Dalam demokrasi, Panglima TNI adalah pelaksana kebijakan, bukan aktor politik.

Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi...

Tokoh masyarakat Kampar memberikan apresiasi kepada Satreskrim Polres Kampar atas keberhasilan menangkap seorang...

5 Penyakit Umum Saat...

Musim hujan telah tiba, dan masyarakat Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit...
HomeBeritaKrisis Air Bersih,...

Krisis Air Bersih, Status PPPK, dan Kekosongan RT-RW di Mandau: Analisis Terkini

Reses Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Misno, di Jalan Pelita II, RT 01 RW 01, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, telah menyediakan platform yang efektif bagi masyarakat untuk menyuarakan keluhan dan harapan langsung kepada wakil rakyat. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Hj. Mira Roza, dan perwakilan warga yang mempertanyakan berbagai masalah penting di lingkungan mereka.

Dalam acara tersebut, masyarakat menyoroti berbagai permasalahan, seperti kesulitan akses air bersih, kendala pembayaran iuran BPJS Kesehatan, dan kurangnya perhatian terhadap drainase di wilayah Duri Timur. Tokoh masyarakat Haji Desman menegaskan perlunya bantuan pemerintah yang merata untuk wilayah pinggiran seperti Duri Timur, bukan hanya terfokus di pusat kota.

Selain itu, Ibu Desi Susanti mengungkapkan kekhawatiran terkait ketidakjelasan struktur RT dan RW di Kelurahan Duri Timur, yang bisa menghambat urusan administratif dan pelayanan masyarakat. Sementara Ibu Kartina Siregar mempertanyakan status PPPK kategori R4, yang belum jelas bagi para tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

Dalam merespons aspirasi warga, H. Misno menjamin penyelesaian masalah air bersih pada bulan Juli dan siap membantu warga dalam mengurus layanan BPJS. Dia juga berkomitmen untuk menangani kekosongan RT dan RW serta memastikan kejelasan status PPPK bagi tenaga honorer. Selain itu, Bapak Asrizal menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jalan lingkar dan memberikan usul pengadaan sound system bagi kegiatan sosial di tingkat RT.

Reses ini berakhir dengan harapan agar semua keluhan dan aspirasi warga tidak hanya menjadi pembicaraan, tetapi benar-benar diimplementasikan oleh pihak berwenang. Warga Kecamatan Mandau menantikan tindak lanjut yang nyata sebagai bukti bahwa suara mereka didengar dan diperjuangkan.

Source link

Semua Berita

Kepemimpinan Panglima TNI sebagai Cerminan Tahap Demokrasi

Dalam demokrasi, Panglima TNI adalah pelaksana kebijakan, bukan aktor politik.

Tokoh Masyarakat Kampar Apresiasi Polisi Tangkap Residivis Curat

Tokoh masyarakat Kampar memberikan apresiasi kepada Satreskrim Polres Kampar atas keberhasilan menangkap seorang residivis pencurian dengan pemberatan (curat) dengan inisial IH (38) di Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Penangkapan tersebut dianggap penting dalam menciptakan efek jera dan mengembalikan rasa aman...

Mediasi Pesantren Al Fauzan dan PKS PT SMK: Belum Capai Kesepakatan

Mediasi antara Pondok Pesantren Al Fauzan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Septa Mitra Karya di Kampar, Riau, belum mencapai kesepakatan. Pertemuan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Bangkinang Kota berakhir tanpa keputusan bersama. Camat Bangkinang Kota, Minda, menjelaskan...

Kategori Berita