Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia merayakan Hari Anak Nasional yang lebih dari sekedar perayaan tahunan. Presiden Prabowo Subianto ingin acara tersebut mendorong tindakan nyata dan terukur dalam menjaga masa depan anak-anak bangsa. Menurut Dedek Prayudi, Senior Expert di Kantor Komunikasi Presiden (PCO), pemerintah telah meluncurkan tiga program unggulan yang secara langsung ditujukan untuk kesejahteraan anak-anak: Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Revitalisasi Sekolah. MBG tidak hanya tentang membuat anak-anak kenyang, tetapi juga memastikan mereka menerima gizi harian yang cukup.
Beriringan dengan MBG, pemerintah juga meluncurkan Cek Kesehatan Gratis bagi siswa. Ini termasuk pemeriksaan tinggi badan, berat badan, penglihatan, pendengaran, tuberkulosis, dan kesehatan mental. Selain itu, pemerintah juga meluncurkan Program Revitalisasi Sekolah, yang akan merevitalisasi 11.440 sekolah mulai awal tahun 2025. Presiden Prabowo telah mengalokasikan sekitar Rp 20 triliun dalam anggaran nasional 2025 untuk mendanai program ini. Uki menggarisbawahi bagaimana kondisi tersebut terutama sulit bagi para siswa perempuan, di mana banyak dari mereka terpaksa menahan kencing selama berjam-jam selama jam sekolah karena kurangnya fasilitas yang layak. Menekankan pentingnya kondisi seperti itu, Uki menyimpulkan bahwa gedung sekolah bukan hanya tempat untuk duduk dan belajar; namun harus memberikan lingkungan yang aman dan higienis.

