Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo melihat langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMK Negeri 26 Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari peluncuran nasional CKG Sekolah yang berlangsung di 12 sekolah, madrasah, dan pesantren di berbagai daerah. Menpora menegaskan bahwa program ini adalah wujud perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesehatan generasi muda, sejalan dengan visi Kementerian Pemuda dan Olahraga. Data yang dikumpulkan dari pelaksanaan CKG akan menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang mendorong pola hidup sehat di kalangan pelajar. Turut hadir dalam kunjungan Menpora adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Tenaga Ahli Utama Kantor PCO Hamdan Hamedan, serta atlet panjat tebing peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, Desak Made Rita Kusuma, dan Bellaetrix Manuputty, mantan atlet bulu tangkis nasional.
Sebanyak 131 siswa kelas X SMKN 26 Jakarta telah menjalani pemeriksaan pada hari pertama. Target total dalam tiga hingga empat hari ke depan adalah 1.600 siswa. Pemeriksaan gratis mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, status gizi, tekanan darah, kebugaran jasmani, pemeriksaan gigi dan mata, serta skrining tuberkulosis dan kesehatan jiwa. Peluncuran CKG Sekolah juga dilakukan secara serentak di 12 satuan pendidikan di berbagai kota.
Program CKG merupakan bagian dari visi transformasi kesehatan nasional Presiden Prabowo, dengan pendekatan promotif dan preventif. Targetnya adalah 53,8 juta siswa dari jenjang pendidikan yang berbeda. Program ini telah dimulai sejak Februari 2025 di puskesmas, melalui Sekolah Rakyat pada Juli 2025, dan sekarang diperluas ke satuan pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Hingga Agustus 2025, lebih dari 16 juta individu di Indonesia telah menjadi bagian dari program ini. Pemerintah berharap dengan cakupan yang semakin luas, program ini akan mempercepat pemerataan akses kesehatan dan memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045.

