Berita mengenai kematian tragis Prada Lucky Chepil Saputra Namo, seorang prajurit TNI AD yang baru saja dilantik dua bulan lalu, telah mengejutkan banyak pihak. Jenazah Prada Lucky tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur dalam keadaan penuh luka lebam, memicu tangis haru keluarga yang meratapi kepergiannya. Sang ayah, Sersan Mayor Cristian Namo, anggota TNI AD, mengecam keras perbuatan pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya.
Kepergian tragis Prada Lucky telah meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Ayahnya menuntut keadilan dan hukuman yang setimpal bagi pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Prada Lucky adalah anak kedua dari empat bersaudara, dan dikenal sebagai prajurit muda yang bersemangat dalam menjalani tugasnya. Semoga kasus ini dapat diusut tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya agar keadilan dapat ditegakkan. Setiap langkah ke depan harus dipastikan berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan untuk menjaga keselamatan dan martabat semua individu yang terlibat.

