Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mengadakan acara Coffee Morning bersama insan media di Café El Pali, Bengkalis. Acara ini dihadiri oleh Kepala Lapas Bengkalis, Kriston Napitupulu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Diasta Krismayandi, dan pejabat Lapas Bengkalis lainnya. Diasta Krismayandi menyampaikan apresiasinya kepada wartawan atas dukungan dalam memberitakan kegiatan Lapas Bengkalis untuk memberi informasi kepada masyarakat dan meningkatkan citra Lapas sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Kriston Napitupulu, Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, yang sudah bertugas selama 6 bulan, merasa masih ada kekurangan dalam menjalankan tugasnya. Dengan 1.831 warga binaan, Lapas Bengkalis telah melakukan berbagai terobosan termasuk dalam bidang agama, pertanian, perikanan, dan kegiatan tenun lejo. Kriston juga mengakui kendala dalam memproduksi tenun lejo karena terbatasnya modal kerja dan lahan untuk kegiatan pertanian dan perikanan. Lapas Bengkalis, yang seharusnya menampung 613 orang, kini telah menjadikan tempat tinggal bagi 1.831 orang, melebihi kapasitasnya hampir 200 persen.
Dalam upaya menjaga program swasembada pangan dengan memperdayakan warga binaan, Lapas Bengkalis membutuhkan lahan yang luas. Sebagian besar dari 1.831 narapidana berasal dari Kabupaten Bengkalis, dengan sebagian besar dari mereka berasal dari kawasan Duri seperti Mandau, Pinggir, Talang Mandau, dan Batin Solapan. Lapas Bengkalis juga mengusulkan pemberian remisi untuk narapidana sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Acara Coffee Morning diakhiri dengan suasana ramah tamah serta foto bersama, menunjukkan komitmen para pihak untuk terus bekerja sama demi membangun citra positif Lapas Bengkalis di Bengkalis.

