Kementerian Kehutanan dan Yayasan...

Megamendung diarahkan menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan fungsi ekologis.

Megamendung Menjadi Pusat Konservasi...

Megamendung berkembang menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan ekosistem kawasan hulu.

Rumor tentang Yasser Arafat...

Opini Broto Wardoyo membahas bagaimana citra Yasser Arafat dibentuk oleh konflik narasi yang berkepanjangan.

Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.
HomeBeritaMendikdasmen Mencatat Banyak...

Mendikdasmen Mencatat Banyak Anak Indonesia Kesulitan Membaca Jam Analog

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti masalah rendahnya kemampuan numerasi anak Indonesia yang menyebabkan banyak anak tidak bisa membaca jam analog. Menurut Mu’ti, hal ini menjadi perhatian serius karena jam analog memungkinkan anak-anak belajar matematika, seperti mengenali angka dan sudut. Oleh karena itu, Mu’ti mengajak seluruh pihak, terutama sekolah dan orang tua, untuk menguatkan kemampuan numerasi dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Selain membaca jam analog, ia juga ingin anak-anak Indonesia mampu berhitung perkalian dasar tanpa kalkulator.

Untuk meningkatkan kemampuan numerasi, Mu’ti menekankan pentingnya pembiasaan yang menyenangkan, seperti melalui Gerakan Numerasi Nasional (GNN) yang baru diluncurkan. Ia berharap GNN bukan hanya menjadi acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama untuk membangun budaya numerasi sebagai bagian dari pembangunan generasi Indonesia yang kuat dan hebat. Mu’ti juga menekankan pentingnya partisipasi orang tua dalam membiasakan anak-anak dengan numerasi, baik di sekolah maupun di rumah.

Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menjelaskan bahwa GNN juga mencakup peresmian Taman Numerasi di 140 sekolah dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, yang tersebar di 16 provinsi dan 13 desa. Selain itu, terdapat serangkaian kegiatan lainnya dalam rangka GNN, mulai dari siniar tematik, pelatihan guru, hingga penerbitan panduan numerasi bagi orang tua. Gerakan ini tidak hanya berbasis di kota, tetapi juga di desa-desa, menjadi gerakan nasional untuk meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak Indonesia secara menyeluruh.

Source link

Semua Berita

Kajari Rohul Terima Kunjungan Ketua KPU Rohul: Sinergi Lembaga

Artikel Terbaru Kajari Rokan Hulu Terima Kunjungan Silaturahmi dari Ketua KPU Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak, S.H., M.H., mendapatkan kunjungan silaturahmi dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu, Cepi Abdul Husen, beserta jajaran di Ruang...

Sekda Rohul H. Yusmar Sambut kepulangan 190 Jamaah Haji di Bandara Tuanku Tambusai

Kepulangan 190 Jamaah Haji dari Tanah Suci Disambut Penuh Kehangatan di Rokan Hulu Pulang dari Tanah Suci setelah menunaikan ibadah haji selama sebulan, 190 Jamaah Haji asal Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026 disambut meriah. Kedatangan mereka di Bandara Tuanku Tambusai...

Wujud Kepedulian Polri: IPTU Iwan Saputra Salurkan Bantuan Pertanian

Bantuan Bibit dan Pupuk untuk Petani di Desa Baung Rejo Jaya Pada Selasa (16/6/2026) lalu, Kapolsek Pelangiran IPTU Iwan Saputra, S.H., M.H. beserta personel Bhabinkamtibmas turut serta dalam kegiatan penyaluran bantuan berupa bibit dan pupuk kepada petani di Desa Baung...

Kategori Berita