Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeBeritaIzin Makam Terabaikan:...

Izin Makam Terabaikan: Mengapa Penting untuk Mencatat Nama Penyandangnya

Husein Mutahar, Pahlawan Indonesia yang Terlupakan

Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) almarhum Husein Mutahar, yang merupakan pejuang dan penyelamat Bendera Pusaka Merah Putih, telah habis sejak tahun 2007. Penguburan Mutahar di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Blok AAI Blad 017 pada 9 Juni 2004, masih belum diperpanjang oleh keluarganya. Dikenal sebagai ajudan Presiden Soekarno, Mutahar memiliki kontribusi besar bagi Republik Indonesia melalui berbagai bidang, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga penciptaan lagu-lagu nasional yang masih dinyanyikan hingga sekarang.

Mutahar juga terkenal sebagai penyelamat Sang Saka Merah Putih pada peristiwa genting pascakemerdekaan. Tugasnya adalah menyelamatkan Bendera Pusaka dengan nyawanya saat Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948. Melalui siasat yang cerdik, Mutahar berhasil menyembunyikan bagian-bagian bendera sehingga ia dapat mengelabui Belanda dan menjaga keutuhan simbol negara. Selain itu, ia juga merupakan perintis Gerakan Pramuka Indonesia dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang hingga saat ini masih menjadi tradisi dalam upacara kenegaraan Indonesia.

Meski sudah lama berpulang, jasa dan pengabdian Mutahar tetap dikenang oleh banyak orang. Rengga Kristianto, Bendahara Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta, berharap agar negara memberikan perhatian khusus pada tokoh besar ini dan mengangkatnya menjadi Pahlawan Nasional. Perjuangan dan dedikasinya bagi bangsa dan negara Indonesia layak diapresiasi dengan penghargaan tertinggi sebagai bentuk penghormatan yang pantas ia terima. Nama Husein Mutahar bukan hanya sekadar sejarah yang tercatat, melainkan teladan bagi generasi sekarang dan masa depan dalam mempersembahkan pengabdian tanpa pamrih untuk Indonesia.

Source link

Semua Berita

Karhutla di Kalsel: Kontrol yang Lebih Baik

Kondisi Karhutla di Kalimantan Selatan Lebih Terkendali Pada Jumat, 11 September 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami situasi yang lebih terkendali daripada di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan...

Pemerintah Siapkan 1.691 Layanan Kesehatan dan 360 RS Rujukan untuk Karhutla

Pemerintah Siapkan Pos Pelayanan Kesehatan untuk Dampak Karhutla Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memantau dan menangani dampak kesehatan yang dialami masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi. Untuk itu, Kemenkes telah menyiapkan berbagai pos pelayanan kesehatan di...

Tips Mengatasi Kebakaran yang Sudah Mulai Padam

Bupati Kuningan Bicara tentang Karhutla di Taman Nasional Gunung Ciremai Pada hari Kamis, 10 September 2026, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa luas kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan mencapai 40...

Kategori Berita