Saturday, February 14, 2026

Kafe My Love Tanjung...

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar turun langsung ke lokasi Kafe My...

Alasan Bobon Santoso Pensiun...

YouTuber dan konten kreator Bobon Santoso mengungkapkan alasannya untuk pensiun dari dunia YouTube....

MG Program Eksklusif Kepemilikan...

Morris Garages (MG) Motor Indonesia meluncurkan Exclusive Special Program selama Indonesia International Motor...

Disdikpora Kampar: Atur Teknis...

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar telah menetapkan skema khusus untuk...
HomeBeritaSosok Diplomat RI...

Sosok Diplomat RI Tewas Ditembak OTK di Peru: Tragedi Baru 5 Bulan Tugas

Seorang diplomat Indonesia yang bertugas di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Lima, Peru, menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK). Insiden tragis itu terjadi pada Senin malam, 1 September 2025, di kawasan Jalan Cesar Vallejo, distrik Lince, ketika sang diplomat baru saja pulang ke rumah bersama istrinya. Korban, Zetro Leonardo Purba (40) ditembak tiga kali oleh dua pelaku bersenjata yang datang dengan sepeda motor. Meski sempat dilarikan ke Klinik Javier Prado, nyawanya tidak tertolong karena luka yang terlalu parah.

Pihak Kepolisian Nasional Peru (PNP) langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Komisaris Guivar menyebut peristiwa ini sebagai kasus pertama dugaan pembunuhan berbayar di distrik Lince sepanjang tahun ini. Motif penyerangan masih belum jelas, namun tidak menutup kemungkinan ini aksi balas dendam. Polisi Peru telah mengaktifkan Rencana Pengepungan untuk mempercepat pengejaran pelaku.

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa Zetro Purba baru tiba di Peru sekitar lima bulan lalu. Ia tinggal bersama istri dan dua anak kecilnya di sebuah apartemen di blok 3, Jalan Cesar Vallejo. Korban dikenal rajin menggunakan sepeda untuk perjalanan dari rumah ke kantor kedutaan di San Isidro. Sang istri selamat tanpa luka dalam serangan tersebut.

Kedutaan Besar Indonesia di Lima memberikan pernyataan resmi terkait tragedi ini. Rekan korban, Irwan Butapierre, menggambarkan Zetro Purba sebagai pribadi tenang, pekerja keras, sekaligus sangat mencintai keluarganya. Keluarga korban berharap adanya kerja sama antara otoritas Peru dan Indonesia dalam proses investigasi. Tindakan lintas negara dianggap krusial untuk memastikan pelaku segera ditangkap.

Source link

Semua Berita

Kafe My Love Tanjung Sawit Tutup Mendadak, Satpol PP Kampar Diduga Kebocoran Informasi

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar turun langsung ke lokasi Kafe My Love yang berada di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, pada Jumat (13/2/2026). Namun, ketika petugas tiba, mereka menemukan bahwa tempat usaha tersebut sudah tutup....

Disdikpora Kampar: Atur Teknis KBM Ramadan 2026

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar telah menetapkan skema khusus untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Tujuan dari penyesuaian ini adalah agar proses pendidikan dapat tetap berjalan efektif tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah peserta...

Kritik Pemuda Kampar terhadap Kebijakan Pencabutan HGU: Ketegasan Pemerintah di Uji

Kebijakan pencabutan izin Hak Guna Usaha (HGU) sejumlah perusahaan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menuai sorotan dari Pemuda Kampar. Perwakilan Pemuda Kampar, Sanusi, menyampaikan pendapat bahwa pemerintah seharusnya menunjukkan ketegasan yang sama dalam menangani...

Kategori Berita