Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeBerita6 Lembaga Bentuk...

6 Lembaga Bentuk Tim Pencari Fakta untuk Usut Kericuhan Demo

Enam lembaga nasional hak asasi manusia (HAM) telah membentuk tim independen untuk menyelidiki peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus dan awal September 2025 di Jakarta dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Tim ini terdiri dari Komisi Nasional (Komnas) HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyatakan bahwa pembentukan tim independen ini adalah upaya dari masing-masing lembaga HAM untuk mencari fakta dan menyusun laporan komprehensif. Tujuan dari tim ini adalah tidak hanya mencari fakta, tetapi juga menggali informasi terkait dengan korban, tindakan pemerintah, serta rekomendasi untuk mendorong keterbukaan terkait kebenaran, keadilan, dan pemulihan bagi para korban.

Ruas lingkup tim mencakup pemantauan peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan, evaluasi dampak peristiwa, identifikasi dalang di balik kerusuhan, dan pencarian informasi terkait orang yang hilang selama peristiwa tersebut. Tim ini merupakan inisiatif dari lembaga HAM dan bekerja secara objektif, imparsial, dan partisipatif. Hasil temuan dan rekomendasi akan dilaporkan kepada Presiden dan DPR RI setelah tim menyelesaikan tugasnya dengan efektif dan efisien.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati menegaskan bahwa hasil pemantauan ini bertujuan untuk memastikan pentingnya hak asasi manusia termasuk perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Tim independen ini akan menerima masukan informasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, untuk memperkaya data dan kesimpulan yang dianalisis dengan ahli.

Source link

Semua Berita

Pemerintah Siapkan 1.691 Layanan Kesehatan dan 360 RS Rujukan untuk Karhutla

Pemerintah Siapkan Pos Pelayanan Kesehatan untuk Dampak Karhutla Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memantau dan menangani dampak kesehatan yang dialami masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi. Untuk itu, Kemenkes telah menyiapkan berbagai pos pelayanan kesehatan di...

Tips Mengatasi Kebakaran yang Sudah Mulai Padam

Bupati Kuningan Bicara tentang Karhutla di Taman Nasional Gunung Ciremai Pada hari Kamis, 10 September 2026, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa luas kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan mencapai 40...

Strategi Penting Bangun Ketahanan Bencana dari Perencanaan

Wamendagri Dorong Pembangunan Sistem Ketahanan Bencana Sejak Tahap Perencanaan Pada Forum for Sustainable Resilience bertema Integrating Institutions for Sustainable Resilience di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pembangunan sistem...

Kategori Berita