Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kembali muncul di Sidang Majelis Umum PBB setelah absen hampir satu dekade. Saat memberikan pernyataan dalam pertemuan di Markas Besar PBB di New York, mikrofon yang digunakan Prabowo tiba-tiba mati setelah ia mengucapkan kalimat, “Kami bersedia menyediakan pasukan perdamaian.” Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan karena gangguan teknis, tetapi karena aturan prosedural terkait batas waktu. Setiap negara diberi waktu 5 menit untuk pidato, dan saat melampaui batas waktu, mikrofon akan dimatikan.
Prabowo mendapat giliran berbicara di urutan kelima, dan sebelumnya Presiden Turki juga mengalami hal serupa. Meskipun mikrofon mati, pesan yang disampaikan oleh Prabowo tetap jelas. Pidato Prabowo menjadi sorotan karena menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia, terutama terkait penyelesaian konflik Palestina melalui solusi dua negara. Keikutsertaan Prabowo dalam forum internasional ini menandai kembalinya Indonesia ke forum PBB setelah hampir sepuluh tahun absen. Selain Indonesia, 33 negara dan organisasi internasional juga menyampaikan pandangan mereka tentang penyelesaian konflik Palestina dan implementasi solusi dua negara.

