Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeKriminalDokter Spesialis RSPP...

Dokter Spesialis RSPP Terlibat Kasus Investasi Fiktif dengan Ayahnya

Sebuah kasus investasi bodong yang melibatkan seorang dokter spesialis anak yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) mengemuka akibat proyek tambang fiktif yang dikendalikan oleh ayah kandungnya. Pada tahun 2008, sang ayah, bernama W, mengajak korban untuk berinvestasi dalam alat berat untuk proyek tambang di Sungai Danau, Kalimantan Selatan. Korban menginvestasikan uang sebesar Rp1,25 miliar kepada W dengan janji keuntungan Rp1,5 miliar. Namun, proyek tersebut ternyata fiktif setelah itu.

Kuasa hukum korban, Mohammad Syarifudin Abdillah, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa sang dokter yang berinisial P.W. diduga terlibat dalam kasus tersebut. P.W. yang merupakan anak dari W turut bertanggung jawab dan memberikan jaminan pengembalian uang secara lisan. Namun, janji tersebut tidak dipenuhi dan bukti-bukti pertemuan serta komunikasi daring telah direkam untuk memperkuat klaim ini.

Meskipun telah dilakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan dan pengiriman somasi, RSPP belum memberikan respons resmi terkait kasus ini. Kerugian yang dialami mencapai Rp1,5 miliar dengan beberapa kali cicilan yang terhenti, meninggalkan hutang di atas Rp1 miliar. Meski langkah hukum saat ini berada pada ranah perdata, kemungkinan unsur pidana juga sedang dipertimbangkan.

Abdillah juga mencurigai adanya korban lain dalam kasus serupa yang melibatkan pihak yang sama. Abdillah Law Firm berencana melaporkan kasus ini ke IDI dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk perhatian terhadap etika profesi dan pengawasan tenaga medis. Hingga saat ini, pihak dokter dan RSPP belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.

Source link

Semua Berita

JE Siap Laporkan Penyidik yang Menuntutnya Bawa Anak Kandung

JE Dituntut 5 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Siap Laporkan Penyidik Kasus dugaan penculikan anak kandung yang menyeret JE makin memanas. Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan hukuman lima bulan penjara bagi JE atas...

Pemerintah Kejar Aktor Asing Judi Online di Indonesia

Pemerintah Buru Aktor Utama Judi Daring Internasional di Jakarta Pada waktu belakangan ini, Bareskrim Polri sedang gencar mengejar aktor utama dan pihak perekrut di balik jaringan judi daring internasional. Hal ini terkait dengan penggerebekan yang dilakukan di Hayam Wuruk Plaza...

Misteri Pembunuhan Keluarga di Indramayu: Fakta dan Penyelidikan

JAKARTA RAYA — Video kericuhan usai persidangan terdakwa kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Indramayu menjadi viral di media sosial. Kejadian ini kembali menyorot proses penanganan perkara yang tengah berjalan di pengadilan. Ririn Rifanto Membantah Tuduhan Dalam video yang beredar, terlihat...

Kategori Berita