Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeBeritaProfil Gus Dur:...

Profil Gus Dur: Pahlawan Nasional dan Bapak Pluralisme

Pada hari Senin, 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh di Indonesia, termasuk presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau dikenal sebagai Gus Dur. Penganugerahan gelar pahlawan nasional tersebut diberikan langsung kepada istri Gus Dur, Sinta Nur Wahid.

Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, lahir pada 4 September 1940 di Jombang, Jawa Timur. Anak dari K.H. Abdul Wahid Hasyim dan Nyai Hj. Siti Sholehah ini tumbuh dalam lingkungan pesantren dan menempuh pendidikan di Pesantren Tambak Beras di Jombang. Gus Dur juga melanjutkan sekolah di luar negeri seperti Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Baghdad di Irak, dan Universitas Leiden di Belanda.

Setelah kembali ke Indonesia pada tahun 1971, Gus Dur fokus pada pengabdian sebagai pendidik. Dia mengajar di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng, Jombang, serta menjadi sekretaris di Pesantren Tebu Ireng. Gus Dur kemudian terlibat aktif dalam PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) hingga terpilih sebagai Ketua Umum. Selain itu, dia juga mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan terlibat dalam gerakan Reformasi.

Meskipun masa jabatan Gus Dur sebagai presiden tidak berlangsung lama, namun kebijakan-kebijakan yang diambilnya, seperti pengakuan Konghucu sebagai agama resmi dan menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur, menjadi langkah monumental. Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme karena konsistensinya dalam menjaga keberagaman. Pada Juli 2001, ia digantikan oleh Megawati Soekarnoputri dan wafat pada Desember 2009, dimakamkan di Jombang, Jawa Timur.

Source link

Semua Berita

Polsek Tanah Merah Dampingi Kelompok Tani Sejahtera

Personel Polsek Tanah Merah Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Personel Polsek Tanah Merah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pengecekan perkembangan...

Polsek KSKP Tembilahan Tinjau Lahan Jagung di Pekan Arba: Dukung Program Asta Cita

Polsek KSKP Tembilahan Tinjau Lahan Jagung di Pekan Arba Polisi Sektor Kawasan Pelabuhan (Polsek KSKP) Tembilahan melakukan kegiatan peninjauan lanjutan terhadap tanaman jagung dan distribusi pupuk NPK di lahan pertanian warga di Jalan Pekan Arba, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan,...

Polsek Tanah Merah Mendukung Petani Jagung di Indragiri Hilir untuk Swasembada Pangan

Dukungan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional terus dilakukan, kali ini jajaran Polsek Tanah Merah turun ke lapangan untuk memantau pertumbuhan tanaman jagung di Desa Selat Nama, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Pengecekan Tanaman Jagung...

Kategori Berita