Monday, December 15, 2025

Investigasi 31 Perusahaan Terkait...

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap bahwa ada 31 perusahaan yang...

Dian Sastrowardoyo Mengungkap Penggunaan...

Dian Sastrowardoyo, yang terlibat dalam film Esok Tanpa Ibu sebagai aktris dan produser,...

KPK Panggil Zarof Ricar:...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terpidana kasus pemufakatan jahat dalam penanganan perkara terpidana...

Tips Mengatur Waktu Bermain...

Anak-anak yang bermain gadget perlu dibatasi, untuk itu Indonesia berencana membatasi penggunaan media...
HomeBeritaPotensi Industri Etanol...

Potensi Industri Etanol untuk Petani dan UMKM

Pakar ekonomi menilai pengembangan industri etanol di Indonesia memiliki potensi besar dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan juga membuka peluang bagi masyarakat di sektor pertanian dan UMKM. Menurut Gunawan Benjamin, seorang ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), pengembangan etanol tidak hanya seharusnya dinikmati oleh perusahaan besar, melainkan juga harus membuka peluang untuk ekonomi rakyat hingga ke pelosok daerah. Gunawan berharap pemerintah bisa melibatkan petani dan pelaku UMKM dalam rantai produksi etanol untuk memperkuat ekonomi lokal dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

Potensi industri etanol juga dianggap bisa mempengaruhi stabilitas harga komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung yang selama ini cenderung bernilai rendah. Dengan peningkatan produksi etanol, impor energi Indonesia bisa berkurang, dan anggaran yang semula dialokasikan untuk impor energi dapat dialihkan ke investasi yang lebih produktif. Fredick Broven Ekayanta, seorang pemerhati kebijakan publik dari Universitas Sumatera Utara (USU), menilai bahwa pengembangan etanol akan berdampak lebih luas jika pemerintah memberikan subsidi langsung kepada masyarakat dan petani yang ingin terlibat dalam produksi etanol.

Fredick juga menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan harus benar-benar berpihak pada rakyat, dan pemerintah harus menghindari mengulangi kesalahan masa lalu dengan memberikan dominasi kepada kelompok bisnis besar. Ia menyatakan bahwa sumber daya alam Indonesia, terutama kondisi geografis yang mendukung produksi etanol, seharusnya dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa pengembangan industri etanol membawa manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa mendominasi oleh kepentingan bisnis besar semata.

Source link

Semua Berita

Investigasi 31 Perusahaan Terkait Bencana di Sumatra

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap bahwa ada 31 perusahaan yang sedang diselidiki terkait bencana banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Komandan Satgas PKH, Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, menyatakan bahwa sembilan perusahaan...

KPK Panggil Zarof Ricar: Kasus TPPU Hasbi Hasan Terkuak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terpidana kasus pemufakatan jahat dalam penanganan perkara terpidana pembunuhan Ronald Tannur, Zarof Ricar (ZR). Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan...

Licin! Resbob Berpindah Lokasi, Polisi Gagal Tangkap

Polda Jawa Barat (Jabar) sedang menyelidiki video viral yang diduga memuat penghinaan terhadap suporter Persib Bandung, Viking, dan masyarakat Sunda. Pelaku berinisial Resbob sedang dikejar oleh pihak berwenang setelah identitasnya terkuak. Tim penyidik telah melakukan penelusuran ke berbagai lokasi...

Kategori Berita