Friday, December 12, 2025

Serangan Siber Bisa Melumpuhkan...

Manipulasi data dan misinformasi menjadi ancaman yang melampaui batas negara.

Indonesia Tegaskan Pentingnya Deterrence...

Pemerintah melakukan berbagai cara agar bantuan bisa segera mencapai warga yang terdampak bencana.

Pengguna Vape Campuran Terancam...

Pemerintah Indonesia telah menguatkan pengawasan terhadap etomidate, obat bius kuat yang belakangan ini...

Legends & Warren Tanoesoedibjo:...

MNC Games (GAMES+) bekerja sama dengan studio asal Korea Selatan, ITOXI, dalam peluncuran...
HomePolitikPerjuangan Zainal Abidin...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah satu tokoh yang menerima gelar tersebut adalah almarhum Sultan Zainal Abidin Syah asal Maluku Utara, yang dianugerahi dalam Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi.

Zainal Abidin Syah memiliki peran penting dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua Barat, agar tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia merupakan Sultan Tidore yang menjabat pada tahun 1947–1967, dan menjadi Gubernur Irian Barat (sekarang Papua) pertama yang menjabat pada tahun 1956–1961. Kelahiran Zainal Abidin Syah di Soa-Sio, Tidore, Maluku Utara pada tahun 1912, menempuh pendidikan di sekolah-sekolah Belanda untuk pribumi, dan terlibat dalam berbagai jabatan pemerintahan sebelum memainkan peranannya dalam perjuangan kedaulatan NKRI.

Selama masa pendudukan Jepang, Zainal Abidin menjadi Sultan Tidore dan dengan tegas menyatakan bahwa Irian Barat merupakan bagian Kesultanan Tidore, serta menolak pengembalian wilayah tersebut kepada Belanda dalam Konferensi Meja Bundar. Berkat kegigihannya, Provinsi Perjuangan Irian Barat dibentuk dengan Ibukota sementara di Soa-Sio Tidore pada 17 Agustus 1956. Zainal Abidin kemudian ditetapkan sebagai Gubernur Sementara Provinsi Perjuangan Irian Barat, sebelum akhirnya diangkat sebagai Gubernur Tetap Provinsi Irian Barat.

Setelah berbagai perjuangan dan pengabdian, Zainal Abidin Syah meninggal pada tahun 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon. Pada tahun 1986, kerangka Sultan Zainal Abidin dipindahkan ke Soa-Sio Tidore. Untuk menghormatinya, jalan utama di Soa-Sio dinamai Jalan Sultan Zainal Abidin Syah. Melalui berbagai perannya dan perjuangannya, Zainal Abidin Syah layak diakui sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang berjasa dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Kisah Sejarah Prabowo dan Raja Yordania: Hubungan yang Terjalin

Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein (Abdullah II) direncanakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat sore ini. Selama kunjungannya, Raja Abdullah II akan bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan perwakilan dari Danantara Indonesia. Di antara agenda kunjungan...

Kategori Berita