Fakta Penculikan Kacab Bank dari Bank BUMN yang terungkap pada rekonstruksi oleh Polda Metro Jaya telah mengejutkan. Dwi Hartanto dan Ken merencanakan penculikan untuk mengambil uang dari rekening dormant di bank tempat Ilham bekerja. Mereka melibatkan Kopda Feri Herianto dan dua prajurit TNI, Serka M. Natsir dan Serka Franky Yari, untuk membantu dalam pelaksanaan rencana. Prajurit TNI setuju untuk berpartisipasi dengan imbalan sejumlah uang. Para pelaku akhirnya melancarkan aksinya pada 20 Agustus 2025 dengan memperlakukan Ilham dengan brutal. Video rekonstruksi mengungkapkan betapa Ilham berontak dan berteriak saat diculik, sehingga membuat publik terguncang oleh kebrutalan komplotan tersebut. Detik-detik penculikan tersebut kemudian diungkap oleh penyidik, menggambarkan kekejaman dan ketakutan yang dirasakan oleh Ilham selama peristiwa tragis tersebut. Seluruh adegan reka ulang menyoroti betapa kejamnya tindakan para pelaku dalam menculik Kacab Bank tersebut, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengantar balik Ilham.

