Friday, December 12, 2025

Serangan Siber Bisa Melumpuhkan...

Manipulasi data dan misinformasi menjadi ancaman yang melampaui batas negara.

Indonesia Tegaskan Pentingnya Deterrence...

Pemerintah melakukan berbagai cara agar bantuan bisa segera mencapai warga yang terdampak bencana.

Pengguna Vape Campuran Terancam...

Pemerintah Indonesia telah menguatkan pengawasan terhadap etomidate, obat bius kuat yang belakangan ini...

Legends & Warren Tanoesoedibjo:...

MNC Games (GAMES+) bekerja sama dengan studio asal Korea Selatan, ITOXI, dalam peluncuran...
HomeBeritaTiga Kepala Intelijen...

Tiga Kepala Intelijen Sepakat Tingkatkan Keamanan Kawasan

Pada Senin, 17 November 2025, Kepala BIN M Herindra memimpin AUSINDTL Trilateral Meeting 2025 di Nusa Dua, Bali bersama Direktur Jenderal ASIS Australia, Kerri Hartland, dan Direktur Jenderal SNIE Timor Leste, Longuinhos Monteiro. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara tiga lembaga intelijen di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang. Herindra menggarisbawahi pentingnya komunikasi, kepercayaan, dan pemahaman yang kuat antarlembaga intelijen dalam forum AUSINDTL. Ketiga pimpinan intelijen sepakat untuk meningkatkan kerjasama berbagi informasi guna mendeteksi ancaman transnasional dan memperkuat respons terhadapnya. Mereka juga menyoroti pentingnya pembangunan saluran komunikasi aman serta peningkatan kapasitas SDM dan kemampuan intelijen Negara masing-masing. Komitmen trilateral untuk terus mengembangkan kerja sama dalam bidang intelijen, keamanan, dan isu-isu terkait dipertegas dalam pertemuan ini. Forum AUSINDTL 2025 di Bali berakhir dengan harapan bahwa kerja sama Indonesia-Australia-Timor Leste akan semakin kuat dan adaptif menghadapi tantangan keamanan di masa mendatang. Prabowo dan PM Albanese juga sepakat untuk menandatangani kerja sama perjanjian keamanan baru pada Januari 2026.

Source link

Semua Berita

Serangan Siber Bisa Melumpuhkan Negara Tanpa Serangan Militer

Manipulasi data dan misinformasi menjadi ancaman yang melampaui batas negara.

Indonesia Tegaskan Pentingnya Deterrence Siber

Pemerintah melakukan berbagai cara agar bantuan bisa segera mencapai warga yang terdampak bencana.

Pengguna Vape Campuran Terancam Pidana akibat Etomidate

Pemerintah Indonesia telah menguatkan pengawasan terhadap etomidate, obat bius kuat yang belakangan ini disalahgunakan dengan mencampurkannya ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Melalui kebijakan baru, etomidate sekarang diklasifikasikan sebagai Narkotika Golongan II, hal ini membuka peluang bagi aparat...

Kategori Berita