Suzuki Indonesia kini telah memulai lini ekspor mobil dan sepeda motor dengan target lebih dari 180.000 unit hingga 2027. Hal ini menunjukkan komitmen Suzuki dalam mengembangkan ekspor serta menguatkan posisinya di industri otomotif nasional dan global. Seremoni penandatanganan babak baru ini dilakukan dengan meluncurkan Suzuki Fronx dan Suzuki Satria, yang diharapkan dapat mencapai pasar Asia Tenggara. Dukungan penuh dari Pemerintah, terutama melalui kehadiran Wakil Menteri Perindustrian, menunjukkan kerja sama antara regulator dan industri otomotif untuk memajukan ekspor.
Pabrikan Jepang ini berharap dapat mengirimkan 30.000 unit Fronx dan 150.000 unit Satria ke luar negeri, dengan harapan keduanya menjadi model strategis dalam ekspor Suzuki. Suzuki juga telah lama terlibat dalam kegiatan ekspor sejak tahun 1993, dengan pengiriman lebih dari 0,8 juta mobil dan 1,5 juta sepeda motor ke lebih dari 100 negara.
Suzuki Indonesia memperlihatkan kesiapan ekosistem industri yang baik dalam mendukung kegiatan ekspor tersebut. Dengan investasi lebih dari 22 triliun rupiah, Suzuki telah memodernisasi fasilitas produksinya serta menjaga keberlanjutan industri dengan melibatkan lebih dari 800 mitra pemasok. Langkah-langkah modernisasi juga diambil dalam proses produksi, seperti penggunaan robot dan teknologi terbaru dalam pembuatan Suzuki Fronx.
Melalui langkah-langkah ini, Suzuki berupaya memastikan bahwa produk ekspor mereka memiliki kualitas global dan memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri otomotif. Dengan adanya sertifikasi Authorized Economic Operator, Suzuki juga menunjukkan keseriusannya dalam patuh terhadap regulasi yang berlaku. Seluruh upaya ini membuktikan komitmen Suzuki untuk terus berkembang dalam ekspor mobil dan sepeda motor, serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis Suzuki di Asia Tenggara.

