Monday, December 15, 2025

Investigasi 31 Perusahaan Terkait...

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap bahwa ada 31 perusahaan yang...

Dian Sastrowardoyo Mengungkap Penggunaan...

Dian Sastrowardoyo, yang terlibat dalam film Esok Tanpa Ibu sebagai aktris dan produser,...

KPK Panggil Zarof Ricar:...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terpidana kasus pemufakatan jahat dalam penanganan perkara terpidana...

Tips Mengatur Waktu Bermain...

Anak-anak yang bermain gadget perlu dibatasi, untuk itu Indonesia berencana membatasi penggunaan media...
HomeLainnyaLatihan TNI Didesain...

Latihan TNI Didesain Amankan Objek Vital Nasional di Daerah Tambang

Latihan gabungan yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 2025 melibatkan lebih dari 68 ribu personel dari tiga matra, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kegiatan utama berlangsung di Kepulauan Bangka Belitung pada hari Rabu, 19 November 2025, dan latihan serupa juga diadakan di Morowali hampir bersamaan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari instruksi Presiden Prabowo yang menyoroti pentingnya perlindungan aset negara di tengah fenomena penambangan ilegal yang semakin marak.

Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan menyampaikan keprihatinannya terhadap ancaman aktivitas penambangan liar, terutama di Bangka Belitung yang kini terdapat sekitar seribu titik tambang timah ilegal. Dampak kerugian negara sangat besar, dengan laporan menyebutkan hingga 80 persen produksi timah nasional hilang akibat praktik tanpa izin tersebut, selain membawa kerusakan berat pada lingkungan hidup.

Pada saat meninjau langsung jalannya latihan terintegrasi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas menampilkan peralatan perang milik TNI. Ia menyoroti pentingnya konsolidasi untuk memastikan bahwa sumber daya alam nasional bisa dijaga melalui penguatan penegakan hukum dan kedaulatan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan eksploitasi ilegal. “Kami ingin memastikan negara mampu mengamankan kekayaan alam untuk generasi saat ini dan mendatang,” ujar Menhan di sela-sela kunjungannya di Desa Mabat.

Melibatkan Operasi Militer Selain Perang (OMSP)

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadirkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan Menteri ESDM, Jaksa Agung, dan Kepala BPKP dalam latihan ini. Ia menjelaskan bahwa latihan gabungan ini juga menjadi momentum untuk menguji kesiapan dan pelaksanaan doktrin OMSP, yang berfokus pada perlindungan aset vital nasional di luar kondisi perang konvensional.

Menurut Jenderal Agus, ancaman terhadap sumber daya alam kini sejajar dengan ancaman terhadap kedaulatan wilayah Indonesia. Melalui latihan-latihan tersebut, TNI siap menindak tegas aktivitas ilegal dan mengamankan lokasi-lokasi strategis, baik di Kepulauan Bangka Belitung maupun Morowali. “Bangka Belitung dan Morowali dipilih karena statusnya sangat strategis, menjadi target praktik tambang ilegal,” jelas Panglima TNI.

Pemerintah telah mengambil sikap tegas. Presiden Prabowo langsung menginstruksikan pemutusan total seluruh jalur distribusi hasil tambang ilegal. Ia memerintahkan TNI untuk memperketat pengawasan, sehingga setiap aktivitas keluar masuk barang di Pulau Bangka dan Pulau Belitung termonitor dengan cermat dan akurat.

Simulasi Perlindungan Aset Negara

Dalam bagian latihan, Menteri Pertahanan dan Panglima TNI ikut menyaksikan aksi Serangan Udara Langsung (SUL) yang diperagakan oleh tiga jet tempur F-16 dari Wing Udara 31. Setelah itu, ratusan prajurit Batalyon 501/Bajra Yudha Kostrad melaksanakan penerjunan taktis untuk mendukung simulasi operasi darat menindak penambang ilegal.

Selain latihan udara dan operasi terjun, terdapat simulasi penangkapan ponton oleh dua Kapal Republik Indonesia milik TNI AL, serta aksi perebutan lokasi penambangan oleh pasukan Koopssus TNI, memperlihatkan respon cepat dan terkoordinasi. Setelah simulasi, Menhan bersama para pejabat lain meninjau ponton ilegal yang sudah diamankan di Dermaga Belinyu serta lokasi tambang pasir ilegal di Dusun Nadi.

TNI dengan seluruh kekuatan dan fasilitas militernya menunjukkan komitmen kuat untuk tidak membiarkan kekayaan negara dirampas secara ilegal. Langkah ini bukan hanya sisi penegakan hukum, tapi juga merupakan bagian fundamental dalam menjaga kedaulatan dan kelangsungan bangsa.

Alasan pemilihan Bangka Belitung sebagai lokasi latihan sangat penting, sebab kawasan ini menempati posisi utama dalam peta kekayaan nasional. Pemerintah menilai, daerah ini harus dijaga ketat karena potensi ekonominya besar dan menjadi sasaran eksploitasi ilegal yang masif.

Dengan keterlibatan TNI, diharapkan upaya pemerintah dalam menjaga, mengawasi, serta melindungi aset negara dapat berjalan lebih efektif. Ini merupakan sinyal tegas bahwa seluruh kekuatan nasional didedikasikan bagi penegakan kedaulatan dan masa depan sumber daya alam Indonesia.

Sumber: TNI Siap Perang Lawan Mafia Tambang: Latihan Gabungan Besar Di Bangka Belitung Uji Doktrin OMSP
Sumber: TNI Gelar Latihan Gabungan, Kirim Sinyal Perang Ke Mafia Tambang Ilegal

Semua Berita

Investigasi 31 Perusahaan Terkait Bencana di Sumatra

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap bahwa ada 31 perusahaan yang sedang diselidiki terkait bencana banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Komandan Satgas PKH, Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, menyatakan bahwa sembilan perusahaan...

KPK Panggil Zarof Ricar: Kasus TPPU Hasbi Hasan Terkuak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terpidana kasus pemufakatan jahat dalam penanganan perkara terpidana pembunuhan Ronald Tannur, Zarof Ricar (ZR). Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan...

Licin! Resbob Berpindah Lokasi, Polisi Gagal Tangkap

Polda Jawa Barat (Jabar) sedang menyelidiki video viral yang diduga memuat penghinaan terhadap suporter Persib Bandung, Viking, dan masyarakat Sunda. Pelaku berinisial Resbob sedang dikejar oleh pihak berwenang setelah identitasnya terkuak. Tim penyidik telah melakukan penelusuran ke berbagai lokasi...

Kategori Berita