Proyek pelebaran Jalan Soebrantas menuju Kantor Bupati Kampar akhirnya kembali dikerjakan setelah sempat terhenti selama beberapa pekan. Namun, muncul sorotan tajam dan kekhawatiran publik mengenai kemungkinan proyek strategis ini tidak akan rampung hingga akhir tahun anggaran. Pantauan wartawan di lokasi proyek menunjukkan dua unit alat berat mulai beroperasi, dengan sejumlah orang mengawasi jalannya pekerjaan pelebaran jalan yang menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Kampar. Seorang pegawai Dinas PUPR Kabupaten Kampar mengakui bahwa proyek ini baru berjalan selama dua hari terakhir dan menyatakan bahwa pengerjaan tidak akan selesai pada tahun anggaran 2025. Pernyataan ini memperkuat dugaan publik bahwa proyek ini terancam tidak rampung tepat waktu, meskipun jalan ini sangat penting sebagai akses menuju Kantor Bupati Kampar. Kritik tajam pun muncul dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Kabupaten Kampar, yang menyayangkan kondisi proyek ini sejak perencanaan hingga pelaksanaan. Dengan jalan tersebut merupakan jalur utama menuju Kantor Bupati, kegagalan proyek ini akan menjadi catatan hitam bagi Pemerintah Kabupaten Kampar dan menimbulkan kecurigaan publik terhadap kinerja dan pengawasan proyek infrastruktur di daerah tersebut.

