Puluhan siswa SMA 2 Kudus, Jawa Tengah harus menjalani rawat inap setelah mengalami gejala perut mual, muntah, dan kepala pusing setelah menyantap Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Data menunjukkan bahwa 34 siswa harus dirawat di enam rumah sakit di Kabupaten Kudus. Rumah sakit yang terlibat dalam mengobservasi dan merawat siswa-siswa tersebut antara lain RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam, dan RS Aisyiyah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengungkapkan bahwa sejumlah siswa yang diobservasi harus menjalani rawat inap setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Rumah sakit Islam Sunan Kudus juga mengkonfirmasi adanya lima siswa yang dirawat di sana. Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, menambahkan bahwa 18 siswa dari SMA 2 Kudus menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menyebutkan bahwa hingga Kamis, 29 Januari 2026, sebanyak 118 orang dari SMA 2 Kudus harus menjalani perawatan di tujuh rumah sakit di daerah tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius terkait kesehatan pelajar dan pendidikan di daerah tersebut. Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi program prioritas dalam mendukung kesehatan dan perkembangan siswa di sekolah-sekolah di Kudus.

