Saturday, February 14, 2026

Kafe My Love Tanjung...

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar turun langsung ke lokasi Kafe My...

Alasan Bobon Santoso Pensiun...

YouTuber dan konten kreator Bobon Santoso mengungkapkan alasannya untuk pensiun dari dunia YouTube....

MG Program Eksklusif Kepemilikan...

Morris Garages (MG) Motor Indonesia meluncurkan Exclusive Special Program selama Indonesia International Motor...

Disdikpora Kampar: Atur Teknis...

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar telah menetapkan skema khusus untuk...
HomeBeritaLayanan Kesehatan Lumpuh:...

Layanan Kesehatan Lumpuh: 513 Nakes Dikerahkan Pulihkan Aceh

Bencana hidroklimatologi di Sumatera telah meninggalkan banyak pekerjaan rumah dalam proses pemulihan. Beberapa wilayah terisolir masih sulit dijangkau karena infrastruktur dan konektivitas yang rusak. Distribusi bantuan serta layanan dasar terhambat akibat akses yang sulit menuju desa-desa pedalaman yang membutuhkan waktu tempuh yang lama.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang dibentuk pada awal Januari 2026 tengah berupaya keras dalam mengkoordinasikan agenda pemulihan dari berbagai kementerian/lembaga (K/L). Daily brief dari Kaposko Satgas PRR memberikan gambaran mengenai kegiatan yang dilakukan oleh 18 K/L pada tanggal 29 Januari dan 30 Januari 2026.
Salah satu kegiatan yang dilaporkan adalah upaya Kementerian Kesehatan dalam menurunkan 513 tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) khusus untuk menjangkau wilayah terisolir di daerah bencana. Mereka adalah nakes dan named yang merupakan bagian dari Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) angkatan ke-3.
Para petugas medis ini diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan di daerah-daerah sulit terjangkau seperti pos pengungsian, puskesmas, dan rumah sakit di sembilan kabupaten/kota di Aceh. Mereka juga terlibat dalam pembangunan puskesmas moduler sebagai pengganti gedung Puskesmas Lokop (Aceh Timur) dan Puskesmas Jambur Lak Lak (Aceh Tenggara) yang rusak berat.
Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah pengerjaan instalasi 20 unit sumur bor di berbagai puskesmas serta perbaikan ambulans yang rusak akibat bencana. Menteri Kesehatan juga telah mengeluarkan keputusan untuk memperbolehkan penggunaan sisa dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2025 guna akselerasi pemulihan layanan kesehatan hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dengan terbitnya keputusan Menteri Kesehatan tersebut, instansi kesehatan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dapat segera memanfaatkan sisa dana BOK 2025 untuk berbagai kebutuhan strategis dalam pemulihan layanan kesehatan.

Source link

Semua Berita

Kafe My Love Tanjung Sawit Tutup Mendadak, Satpol PP Kampar Diduga Kebocoran Informasi

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar turun langsung ke lokasi Kafe My Love yang berada di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, pada Jumat (13/2/2026). Namun, ketika petugas tiba, mereka menemukan bahwa tempat usaha tersebut sudah tutup....

Disdikpora Kampar: Atur Teknis KBM Ramadan 2026

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar telah menetapkan skema khusus untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Tujuan dari penyesuaian ini adalah agar proses pendidikan dapat tetap berjalan efektif tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah peserta...

Kritik Pemuda Kampar terhadap Kebijakan Pencabutan HGU: Ketegasan Pemerintah di Uji

Kebijakan pencabutan izin Hak Guna Usaha (HGU) sejumlah perusahaan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menuai sorotan dari Pemuda Kampar. Perwakilan Pemuda Kampar, Sanusi, menyampaikan pendapat bahwa pemerintah seharusnya menunjukkan ketegasan yang sama dalam menangani...

Kategori Berita