Program Makan Bergizi (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sungai Tonang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, sedang menjadi perbincangan di masyarakat. Warga memberikan sorotan terhadap dapur MBG yang terkait dengan anggota DPRD Kampar, Anasril, karena menerima banyak keluhan dari penerima manfaat. Kualitas menu MBG yang dibagikan diragukan sesuai dengan nilai anggaran per porsi. Selain itu, keterlambatan distribusi makanan juga menjadi masalah yang sering terjadi.
Sejumlah penghuni Desa Sungai Tonang mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan nilai anggaran. Wakil Kepala Sekolah MTs Negeri 6 Kampar, Kairul Anwar, menyatakan bahwa pihak sekolah pernah menerima MBG dalam kondisi terlambat, bahkan setelah siswa pulang. Beberapa siswa sudah sampai di rumah saat makanan tiba.
Ia juga mengungkapkan adanya kasus makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, seperti roti. Pihak sekolah berharap makanan yang disediakan memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah. Keluhan yang serupa juga disampaikan oleh seorang kader Posyandu di Sungai Tonang.
Kepala Desa Sungai Tonang, Yeni Rahman, menyatakan bahwa telah ada laporan masyarakat terkait pelaksanaan MBG di wilayahnya. Ia juga telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Anasril, namun merasa bahwa respons yang diterima cenderung emosional.
Hingga saat ini, pihak pengelola SPPG dan Anasril belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Masyarakat berharap adanya evaluasi agar pelaksanaan program MBG sesuai dengan tujuan peningkatan gizi masyarakat.

