Di tengah hiruk pikuk aktivitas cosplayer di Kota Tua Jakarta, sosok Si Pitung menjadi perhatian yang menarik. Berbeda dengan kostum-kostum pahlawan dan noni Belanda, Bang Pei atau Epi, seorang cosplayer asal Jakarta Utara, memilih untuk mengenakan kostum khas Betawi sebagai Si Pitung. Dengan pakaian peci, baju pangsi merah, sabuk, dan golok di pinggang, Epi dengan lincah memperagakan gerakan silat Betawi di tengah keramaian wisatawan.
Keberadaan Epi sebagai Si Pitung di tengah deretan cosplayer kolonial menarik perhatian karena menunjukkan keberagaman budaya di Kota Tua. Menurut Epi, memerankan Si Pitung bukan hanya untuk hiburan atau menghasilkan uang dari kunjungan pengunjung, tetapi juga untuk memperkenalkan kembali budaya Betawi yang mulai terlupakan. Si Pitung sebagai tokoh pahlawan Betawi diyakini Epi memiliki peran penting dalam membela rakyat dari penindasan kolonial Belanda.
Dengan mengenakan kostum Si Pitung, Epi ingin mengingatkan masyarakat akan keberadaan dan sejarah tokoh ini. Menurutnya, Si Pitung adalah simbol perlawanan terhadap penjajahan dan sejarah yang patut dilestarikan. Dengan begitu, kehadiran Epi sebagai Si Pitung di Kota Tua Jakarta tidak hanya sebagai hiburan semata, namun juga sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Betawi yang perlu dilestarikan.

