Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tengah gencar mendorong kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi harian dalam menghadapi lonjakan kasus penyakit tidak menular. Salah satu langkah yang diambil adalah pengenalan kebijakan nutri-level, suatu sistem pelabelan yang bertujuan membantu masyarakat memahami informasi gizi dalam produk makanan dan minuman secara lebih mudah.
Dengan lonjakan kasus penyakit seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi yang seringkali disebabkan oleh konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada konsumen. Nutri-level sendiri merupakan sistem penilaian atau pelabelan gizi pada kemasan produk pangan yang menyajikan informasi nutrisi secara singkat, biasanya melalui kode warna, huruf, atau skor tertentu untuk memudahkan konsumen dalam menilai sehat atau tidaknya suatu produk.
Pendekatan ini sudah diterapkan di beberapa negara dan didukung oleh organisasi kesehatan global seperti World Health Organization, yang mendorong transparansi informasi gizi bagi masyarakat. Dengan adanya kebijakan nutri-level, diharapkan masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat demi mencegah kasus penyakit tidak menular yang terus meningkat.

