ARCH: ID 2026 mengusung tema “Skema Sintesa: Integrasi Kolaboratif Arsitektur” sebagai perwujudan dari arsitektur sebagai ekologi kolaboratif, di mana pengetahuan mengalir lintas disiplin dan batasnya melebur secara sadar. Dalam event ini, in-Lite LED kembali berpartisipasi dengan instalasi “Paviliun Cahya”, yang menggambarkan peran cahaya dalam membentuk ruang dan menyatukan elemen-elemen arsitektural lainnya.
Dalam in-Lite Talks bertema “Sintesa: Ruang, Seni, dan Cahya”, Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan, menyampaikan inspirasi dari pemikiran Raden Ajeng Kartini dalam instalasi ini, yang melibatkan kolaborasi perempuan. Paviliun Cahya didesain sebagai perjalanan cahaya yang menunjukkan bagaimana cahaya berperan dalam proses sintesa dengan elemen lainnya, bukan hanya sebagai elemen visual tetapi juga sebagai penghubung ruang dan persepsi manusia.
Direktur Dharmawan Group, Inka Dharmawan, menekankan pentingnya integrasi pencahayaan sejak awal dalam proses desain, bukan hanya sebagai tahap akhir. Pengintegrasian pencahayaan sejak awal akan menciptakan ruang yang lebih kohesif, berkarakter, dan memberikan pengalaman yang lebih kuat bagi penghuninya. Hal ini dipandang sebagai pergeseran positif dalam pendekatan desain arsitektur.
Dengan interpretasi sintesa arsitektur Nusantara melalui Paviliun Cahya, in-Lite LED berhasil menunjukkan bagaimana cahaya bukan lagi hanya sebagai elemen pelengkap, tetapi sebagai bagian integral dari desain arsitektur yang menghadirkan pengalaman menyeluruh yang berkesan bagi pengunjung.

