Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeBeritaCCTV Daycare Little...

CCTV Daycare Little Aresha: Pengawasan Orang Tua di Area Luar

Kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, telah mengungkap fakta terbaru. Orang tua murid hanya bisa mengakses CCTV di area luar, sementara aktivitas di dalam ruangan tidak terpantau. Sistem pengawasan terbatas di daycare ini, di mana orang tua hanya bisa melihat rekaman di bagian depan atau teras tempat antar-jemput anak, sementara area dalam yang merupakan tempat anak-anak beraktivitas sehari-hari tidak bisa diakses. Selain itu, daycare Little Aresha telah beroperasi selama lebih dari lima tahun tanpa izin resmi dari dinas terkait di Kota Yogyakarta.

Keberadaan celah dalam sistem pengawasan ini diyakini menjadi penyebab dugaan kekerasan yang terjadi tanpa terpantau. Kasus ini mencuat setelah penggerebekan yang dilakukan oleh Polresta Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sekitar 30 orang termasuk pengasuh, petugas keamanan, dan pengelola yayasan. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menjelaskan bahwa puluhan orang tersebut masih dalam proses pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan kondisi yang sangat memprihatinkan, termasuk perlakuan tidak layak terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare. Sejumlah anak diduga menjadi korban kekerasan fisik maupun penelantaran, mayoritas berusia di bawah dua tahun. Mereka mengalami luka berbagai jenis seperti lebam, luka cakar, dan pendarahan di beberapa bagian tubuh. Polisi menegaskan bahwa jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring dengan berlanjutnya proses penyelidikan.

Beberapa orang tua juga mencurigai adanya kejanggalan pada kondisi anak mereka, seperti ketakutan atau menangis setiap kali akan diantar ke daycare. Situasinya menunjukkan pentingnya pengawasan yang ketat dan kewaspadaan dalam memilih tempat penitipan anak yang aman dan terpercaya. Selain itu, keberadaan izin resmi dan pengawasan yang mendukung dianggap penting untuk menjaga kesejahteraan anak-anak.

Source link

Semua Berita

Upacara Harkitnas ke-118: Wabup Rohul Ajak Jaga Tunas Bangsa

Upacara Harkitnas Ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu Dihadiri Wakil Bupati Pasir Pengaraian - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Rohul pada Rabu (20/5/2026). Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti,...

Polisi Turun ke Sawah: Polsek Sungai Batang Dampingi Petani

Polisi Dampingi Petani demi Ketahanan Pangan Polisi Sahabat Petani: Dukungan Polsek Sungai Batang untuk Ketahanan Pangan Polisi Turun ke Lahan Pertanian Jajaran Polsek Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, terus menggencarkan Program Polisi Sahabat Petani sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional....

Polsek Tanah Merah Dampingi Kelompok Tani Sejahtera

Personel Polsek Tanah Merah Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Personel Polsek Tanah Merah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pengecekan perkembangan...

Kategori Berita