Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeBeritaMengapa Kereta di...

Mengapa Kereta di Bekasi Tak Bisa Berhenti Mendadak?

Insiden Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur

Pada Senin malam, 27 April 2026, terjadi insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya luka-luka. Korban telah dirawat di berbagai rumah sakit di sekitar Bekasi.

Pertanyaan Publik Mengenai Insiden

Insiden tragis ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik. Mengapa KA Argo Bromo relasi Gambir-Pasar Turi tidak langsung berhenti untuk menghindari tabrakan? Selain itu, muncul kebingungan mengapa kereta api sulit untuk melakukan pengereman mendadak.

Penjelasan dari KAI terkait Sistem Pengereman Kereta

Dalam penjelasan resmi pada tahun 2023 setelah insiden kecelakaan di Semarang dan Lampung, KAI menyatakan bahwa sistem pengereman kereta api tidak dapat dilakukan secara mendadak. Proses pengereman kereta memerlukan jarak yang cukup agar kereta dapat berhenti sepenuhnya. Hal ini berbeda dengan transportasi darat pada umumnya.

Disebabkan oleh panjang dan berat rangkaian kereta api, pengereman mendadak tidaklah memungkinkan. Sebuah rangkaian kereta api di Indonesia biasanya terdiri dari 8 hingga 12 gerbong dengan bobot mencapai 600 ton tanpa memperhitungkan penumpang dan barang bawaan. Ini membutuhkan energi yang besar untuk membuat kereta api berhenti.

Selain itu, sistem pengereman kereta api umumnya menggunakan rem udara. Ketika masinis mengaktifkan pengereman, udara akan didistribusikan ke roda melalui pipa kecil, menciptakan gesekan yang membuat kereta berhenti.

Source link

Semua Berita

Upacara Harkitnas ke-118: Wabup Rohul Ajak Jaga Tunas Bangsa

Upacara Harkitnas Ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu Dihadiri Wakil Bupati Pasir Pengaraian - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Rohul pada Rabu (20/5/2026). Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti,...

Polisi Turun ke Sawah: Polsek Sungai Batang Dampingi Petani

Polisi Dampingi Petani demi Ketahanan Pangan Polisi Sahabat Petani: Dukungan Polsek Sungai Batang untuk Ketahanan Pangan Polisi Turun ke Lahan Pertanian Jajaran Polsek Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, terus menggencarkan Program Polisi Sahabat Petani sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional....

Polsek Tanah Merah Dampingi Kelompok Tani Sejahtera

Personel Polsek Tanah Merah Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Personel Polsek Tanah Merah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pengecekan perkembangan...

Kategori Berita