Kementerian Kehutanan dan Yayasan...

Megamendung diarahkan menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan fungsi ekologis.

Megamendung Menjadi Pusat Konservasi...

Megamendung berkembang menjadi pusat konservasi yang mendukung pemulihan ekosistem kawasan hulu.

Rumor tentang Yasser Arafat...

Opini Broto Wardoyo membahas bagaimana citra Yasser Arafat dibentuk oleh konflik narasi yang berkepanjangan.

Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.
HomeOlahragaDualisme Muay Thai...

Dualisme Muay Thai Indonesia: Atlet Tuntut Campur Tangan Kemenpora

Konflik Dualisme Kepengurusan PBMI Memanas, Atlet Meminta Intervensi Kemenpora

Perwakilan PBMI Bersitegang di Kemenpora

Konflik dualisme dalam kepengurusan Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) kembali menemui babak baru. Perwakilan dari kubu Nadim Al Farell mengunjungi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada Kamis (21/5/2026) untuk menjelaskan polemik yang terjadi setelah dua Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) digelar.

Munaslub pertama pada 10 April 2026 menetapkan AA La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai Ketua Umum, sementara Munaslub kedua pada 25 April 2026 menetapkan Nadim Al Farell sebagai Ketua Umum PBMI.

Permintaan Perlindungan bagi Atlet Muay Thai

Sekretaris Jenderal PBMI versi Nadim Al Farell, Lutfi Agizal, menyampaikan kronologi konflik, persoalan kepengurusan di daerah, dan dampak yang dirasakan oleh atlet Muay Thai Indonesia.

Atas konflik ini, pihak Nadim Al Farell berharap agar Kemenpora turun tangan dalam mediasi dan memberikan perlindungan kepada atlet, pelatih, dan tim yang terkena dampak dari konflik tersebut.

Potensi Persoalan Hukum dan Penyelesaian Melalui Mediasi

Pihak kubu Nadim Al Farell juga menyoroti potensi persoalan hukum terkait pencairan dana kepada pihak yang dianggap tidak sah secara legal. Mereka mengingatkan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi harus dijunjung tinggi.

Kuasa hukum PBMI dan pengurus provinsi, Yunus Adhi Prabowo, menjelaskan bahwa aturan AD/ART organisasi harus dihormati. Ia juga menegaskan bahwa ketentuan yang bertentangan dengan AD/ART tidak dapat diterima secara hukum.

Konflik terus berlanjut, namun pihak Nadim Al Farell berharap penyelesaian dapat ditemukan melalui mediasi dan kebijakan administratif sebelum menuju ke proses hukum.

Source link

Semua Berita

KONI Kota Bekasi Gandeng 11 Rumah Sakit dan BPJS untuk Sukses Porprov Jabar 2026

KONI Kota Bekasi Gandeng 11 Rumah Sakit dan BPJS untuk Persiapan Porprov Jabar 2026 Komitmen untuk menjaga keselamatan para atlet menjadi fokus utama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke-XV. Dengan kerja...

Kejuaraan Menembak IARMI Jakarta 2026: Farhan dari Unhan Raih Juara 1

Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Jakarta baru saja sukses menggelar Kejuaraan Menembak dalam rangka Halal Bi Halal pada Minggu (19/4/2026). Acara ini berlangsung di Lapangan Tembak Pistol Rindam Jaya dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi bergengsi bagi ratusan...

Lomba Menembak IARMI Jakarta Pusat: Kesiagaan Warga Sipil

Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Dewan Pimpinan Kota (DPK) Jakarta Pusat mengadakan kegiatan strategis dengan mengambil inspirasi dari filosofi Voltaire yang menyatakan bahwa kemenangan selalu berpihak pada mereka yang menembak dengan baik. Di tengah situasi global yang semakin...

Kategori Berita